Sejumlah Menteri Ekonomi Berbondong-bondong Menghadap Prabowo di Istana

Sejumlah menteri di bidang ekonomi menghadap Presiden Prabowo di Istana. Momentum ini bersamaan saat melemahnya rupiah, meskipun para menteri irit bicara.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 05 Mei 2026, 17:22 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui awak media di Istana Negara. (Foto: Liputan6.com/Lizsa Egeham).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) ke Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026), di mana diketahui komite tersebut berisikan menteri dan kepala lembaga di sektor ekonomi.

Turut hadir diantaranya Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu. Tampak pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Purbaya mengaku belum mengetahui isu apa yang akan dibahas dalam pertemuan dengan Prabowo. Saat ditanya soal melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dollar AS, Purbaya mengatakan hal tersebut merupakan urusan Bank Indonesia (BI).

"Belum tahu saya, saya tadi diskusi masalah ekonomi kan. Tanya BI lah. Kalau kita apa? (Pertumbuhan ekonomi) 5,61 persen," kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Dia meyakini nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dapat mudah diperbaiki apabila fondasi ekonomi nasional dalam kondisi baik. Namun, Purbaya menegaskan masalah tersebut merupakan urusan Bank Indonesia.

"Kalau saya pikir begini, dengan fondasi ekonomi yang bagus, nggak terlalu sulit memperbaiki nilai tukar. Tapi itu bukan kerjaan saya, kerjaan Bank Sentral. Nanti Bank Sentral akan menjelaskan gimana cara memperbaikinya," katanya.

 

Airlangga Pilih Irit Bicara

Selain itu, Airlangga juga tak menjelaskan hal apa yang dibahas dalam rapat tersebut. Saat ditanya apakah akan membahas melemahnya rupiah, Airlangga enggan menjawabnya.

"Nanti ada beberapa yang dibahas tadi sudah kita bahas. Nanti aja," ucal Airlangga.

Sejumlah pejabat negara juga tampak hadir yakni, Menko Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Riset Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi/CEO Danantara Rosan Perkara Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Kemudian, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fauzi, Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution, Komisaris Utama MIND ID sekaligus mantan Menkeu era Presiden kedua RI, Fuad Bawazier, Mantan Gubernur BI, Burhanuddin Abdullah.

Rupiah Tembus 17.400 per Dolar AS, Intip Prediksinya Sepanjang Hari Ini

Sebelumnya, Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada Selasa pagi, bergerak melemah 11 poin atau 0,07 persen menjadi Rp17.405 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.394 per dolar AS.

Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menyatakan pelemahan rupiah dipicu eskalasi di Timur Tengah (Timteng) yang semakin memanas.

“Rupiah berpotensi kembali melemah terhadap dolar AS yang menguat, merespons eskalasi di Timteng,” ucapnya dikutip dari Antara, Selasa (5/5/2026).

Sebuah laporan menyebutkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) diserang oleh Iran. Layanan pers pemerintah Emirat Fujairah melaporkan kebakaran di salah satu zona minyak setelah serangan drone yang memicu kekhawatiran eskalasi regional, sebagaimana dilaporkan Sputnik.

Namun, sumber militer senior Iran menyatakan pihaknya tidak pernah dan saat ini tidak berencana menyerang UEA.

Di samping itu, AS disebut menenggelamkan beberapa kapal Iran seiring Presiden AS Donald Trump mengumumkan Project Freedom, operasi untuk membantu kapal-kapal yang terhambat di Selat Hormuz dan ingin meninggalkan kawasan tersebut.

CENTCOM menyatakan dukungan militer untuk operasi itu mencakup kapal perusak rudal berpemandu, lebih dari 100 pesawat berbasis darat dan laut, sistem nirawak multi-domain, serta 15.000 personel militer. Operasi tersebut dimulai pada Senin (4/5).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya