Misteri Hilangnya Akmal di Perairan Sinjai

Akmal (21) diduga jatuh dari kapal jolloro di perairan Sinjai. Pencarian masuk hari kedua, Basarnas kerahkan Pos SAR Bone dan unsur gabungan.

OlehFauzan
Diterbitkan 20 Agustus 2026, 06:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pencarian terhadap Akmal (21) di perairan Sinjai memasuki hari kedua pada Rabu (19/8/2026). Pemuda tersebut diduga terjatuh dari kapal jolloro saat perjalanan pulang.

Keberadaannya baru disadari ketika kapal sandar di Pelabuhan Larea-Rea. Sebelumnya, pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 06.00 WITA, Akmal berlayar bersama rekan-rekannya dari Perairan Pasi Mabborong menuju pelabuhan tersebut menggunakan kapal jolloro.

Di atas kapal, ia sempat memilah ikan hasil tangkapan untuk dijual, lalu berjalan ke bagian belakang untuk mencuci tangan dan masih terlihat oleh rekannya. Setelah itu, Akmal tidak terlihat lagi.

Kronologi di Atas Kapal Jolloro

Sepanjang pelayaran tidak ada yang menyadari ada penumpang terjatuh ke laut. Situasi di geladak berjalan seperti biasa hingga kapal merapat.

Rekan-rekannya berencana meminta bantuan Akmal mengangkat ikan hasil tangkapan ke darat, namun ia tidak ditemukan di atas geladak maupun sekitar titik sandar.

Mereka mencari di area pelabuhan dibantu nelayan dan warga setempat, tetapi upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.

Operasi SAR di Perairan Sinjai

Basarnas Makassar mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Bone beserta sarana pendukung untuk penyisiran di Perairan Pasi Mabborong dan sepanjang jalur pelayaran menuju pelabuhan tersebut. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar M Arif Anwar membenarkan pengerahan personel dan peralatan di laut.

"Kami telah mengerahkan personel rescue dari Pos SAR Bone beserta sarana pendukung air untuk memaksimalkan penyisiran di Perairan Pasi Mabborong," kata Arif.

Menurut Arif, penyisiran difokuskan pada titik yang diperkirakan menjadi lokasi korban terjatuh.

"Sekarang sudah pencarian hari kedua, dan seluruh unsur SAR gabungan di lapangan terus berupaya secara optimal menyisir area yang diperkirakan menjadi lokasi jatuhnya korban," ujarnya.

Operasi melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bone, SAR Brimob, Polairud Sinjai, Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPBD Sinjai, serta masyarakat setempat. Upaya di lapangan didukung kendaraan evakuasi dan peralatan pencarian di perairan.

"Kami berharap sinergi yang baik ini bisa segera membuahkan hasil dan korban dapat cepat ditemukan," katanya.