Hilang Saat Bekerja, Karyawan Tambang Ditemukan Tewas di Dasar Laut

Insiden nahas tersebut bermula pada Selasa (4/8/2026) ketika Supriadi bertugas memeriksa kemiringan tongkang yang bersandar di Pelabuhan Jetty.

OlehFauzan
Diterbitkan 05 Agustus 2026, 21:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Seorang karyawan perusahaan tambang bernama Supriadi (31) ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke laut saat bekerja di Pelabuhan Jetty, Desa Ganda-Ganda, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah.

Korban ditemukan oleh tim SAR gabungan pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 11.30 Wita di dasar laut pada kedalaman sekitar 15 meter. Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang telah berlangsung sejak korban dilaporkan hilang sehari sebelumnya.

Kepala Subseksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Rusmadi, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim melakukan penyelaman di lokasi kejadian.

"Tim gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia di kedalaman 15 meter," kata Rusmadi, Rabu (5/8/2026).

Insiden nahas tersebut bermula pada Selasa (4/8/2026) ketika Supriadi bertugas memeriksa kemiringan tongkang yang bersandar di Pelabuhan Jetty. Beberapa saat kemudian, rekan kerjanya memanggil korban agar kembali ke bagian depan tongkang. Namun, panggilan tersebut tidak mendapat respons.

Merasa curiga, rekan korban melakukan pencarian di sekitar lokasi. Mereka hanya menemukan helm dan sepatu milik Supriadi mengapung di permukaan laut. Korban pun diduga terjatuh ke perairan sekitar tongkang.

Upaya pencarian sempat dilakukan oleh rekan kerja bersama aparat setempat, tetapi hingga sore hari korban belum ditemukan. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Pos SAR Morowali untuk meminta bantuan pencarian.

 

Operasi SAR

Operasi SAR melibatkan personel Rescue Pos SAR Morowali bersama Pos TNI AL, Polairud, Polsek Petasia, Babinsa, BPBD Morowali Utara, pihak PT UKK, serta masyarakat sekitar.

Rusmadi menjelaskan, tim SAR gabungan memulai operasi pada pukul 07.00 Wita dengan menggelar briefing sebelum melakukan penyisiran menggunakan alat pendeteksi bawah air Aqua Eye dan penyelaman di titik yang diduga menjadi lokasi korban jatuh.

"Pada pukul 11.30 Wita korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kedalaman sekitar 15 meter," ujarnya.

Saat ini jenazah korban telah dievakuasi ke Puskesmas Petasia untuk penanganan lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga. Setelah korban ditemukan, operasi SAR resmi dihentikan pada pukul 12.00 Wita dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.