Liputan6.com, Jakarta - Upaya penyelundupan ratusan burung lintas provinsi berhasil digagalkan petugas di kawasan Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan. Sebanyak 807 ekor burung yang diduga akan diperdagangkan secara ilegal diamankan dari mobil ekspedisi saat hendak diseberangkan menuju Pulau Jawa.
Pengungkapan kasus itu dilakukan oleh Badan Karantina Indonesia melalui Karantina Lampung bersama Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni dan Flight Protecting Indonesia's Birds (FLIGHT), Minggu (14/6/2025) sekitar pukul 02.30 WIB.
Kepala Karantina Lampung, Donni Muksydayan, mengatakan pemeriksaan dilakukan setelah petugas menerima laporan masyarakat terkait dugaan pengiriman satwa tanpa dokumen resmi.
Advertisement
Saat memeriksa kendaraan jasa pengiriman paket yang akan menyeberang ke Jawa, petugas menemukan ratusan burung yang disembunyikan di sasis bagian bawah kendaraan.
“Burung-burung tersebut ditemukan di dalam kabin, bagian atas kabin, hingga sasis bawah kendaraan,” kata Donni, Senin (15/6/2025).
Berdasarkan hasil pemeriksaan, satwa tersebut diketahui berasal dari Pekanbaru dan Palembang, kemudian akan dikirim menuju Tangerang, Banten.
Petugas juga menemukan seluruh burung yang diangkut tidak dilengkapi dokumen wajib seperti sertifikat veteriner, sertifikat karantina, maupun Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Liar Dalam Negeri (SATS-DN).
Dari total 807 ekor burung yang diamankan, sebanyak 65 ekor merupakan satwa dilindungi yang terdiri dari lima jenis, yakni 22 ekor cica daun sayap biru, 33 ekor cica daun Sumatra, empat ekor cica daun kecil, satu ekor cica daun besar, dan lima ekor serindit Melayu.
Sementara 742 ekor lainnya merupakan burung yang tidak termasuk satwa dilindungi, seperti burung kacamata, madu pengantin, madu kelapa, kepodang, pijantung, hingga pelatuk bawang.
Sopir dan Kernet Diamankan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260096/original/068711100_1781562949-1001362369.jpg)
Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan sopir dan kernet kendaraan pengangkut. Keduanya mengaku menerima bayaran sebesar Rp 1,2 juta untuk mengantarkan burung-burung tersebut ke lokasi tujuan.
“Keduanya masih menjalani pemeriksaan. Kami juga mendalami pemilik barang, pengirim, serta jaringan yang diduga terlibat dalam perdagangan satwa liar ini,” ujar Donni.
Menurut Donni, kasus tersebut menunjukkan masih tingginya ancaman terhadap kelestarian satwa liar di Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati sangat besar.
Setelah diamankan, seluruh burung diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu–Lampung untuk penanganan lebih lanjut.
Kepala BKSDA Bengkulu–Lampung, Agung Nugroho, mengatakan seluruh burung hasil sitaan telah dilepasliarkan di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Wan Abdul Rachman.
“Hari ini kami melepasliarkan 807 burung dari berbagai jenis hasil penertiban perdagangan satwa liar ilegal,” kata Agung.
Dia menambahkan, Lampung masih menjadi salah satu jalur utama peredaran satwa liar ilegal karena posisinya sebagai pintu penghubung antara Pulau Sumatera dan Jawa.
Sementara itu, Direktur Eksekutif FLIGHT, Marison Guciano, meminta penegakan hukum terhadap pelaku perdagangan satwa liar diperkuat.
Menurutnya, pelaku tidak hanya dijatuhi pidana penjara dan denda, tetapi juga perlu dibebani biaya rehabilitasi, perawatan, hingga pelepasliaran satwa.
“Biaya rehabilitasi dan pelepasliaran selama ini banyak ditanggung negara dan organisasi nonpemerintah. Seharusnya pelaku turut bertanggung jawab atas kerugian lingkungan yang ditimbulkan,” tandasnya.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299928/original/085453400_1784279402-cek_fakta_dana_hibah_prabowo_-_purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6454660/original/051756600_1779318782-1001276959.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260095/original/037926700_1781562949-1001362374.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297435/original/065011900_1784091222-000_C27U8NQ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2344293/original/044855700_1535517013-20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP20180828-Trump-Dapat-Kartu-Merah-dari-Presiden-FIFA-AP-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300875/original/054411300_1784416107-000_C2JW4HR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300879/original/072698600_1784417748-000_C2JX6TK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4350032/original/059095500_1678233390-AP23066634640543.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300878/original/067363300_1784417747-000_C2JX6TP.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300874/original/043662800_1784416104-000_C2JW4HK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287292/original/040577200_1783207898-000_B9AE3Q6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5088769/original/054146300_1736499225-000_36T66N4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8860259/original/052842500_1782927734-063_2284210517.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297020/original/005987700_1784057750-063_2286100607.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300002/original/049129000_1784283167-1001467611.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5639651/original/050121100_1778243507-1001235616.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259949/original/079867300_1781523295-Screenshot_2026-06-15_at_18.30.29.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259879/original/090070600_1781517329-2589cf6f-f3ca-41e9-b754-1308aff39af9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259865/original/084799800_1781516828-IMG_3346.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259864/original/073968300_1781516824-WhatsApp_Image_2026-06-15_at_16.11.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259833/original/057767300_1781514642-WhatsApp_Image_2026-06-15_at_15.44.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258568/original/058592500_1781361837-1001372734.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259828/original/048451100_1781514411-20260615_130504.jpg)