2 Orang Tertembak Peluru Nyasar di Kampus UNP, Begini Kata Kodam Imam Bonjol

Dua warga sipil, yang salah satunya mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), menjadi korban peluru nyasar.

Diterbitkan 03 Juni 2026, 11:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Padang - Dua warga sipil, yang salah satunya mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP), menjadi korban peluru nyasar, pada Selasa sore (2/6/2026), pukul 17.05 WIB.  

"Memang benar, ada kejadian ataupun insiden pada dua saudara kita yang diduga terkena peluru nyasar," kata Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XX/Tuanku Imam Bonjol Kolonel Kav Taufiq. 

 

"Saat ini pihak TNI masih mengumpulkan informasi termasuk melakukan investigasi terkait kejadian itu," katanya lagi.

Atas kejadian itu, satu mahasiswa UNP dan warga sipil dilarikan ke salah satu rumah sakit swasta yang kemudian dibawa ke Rumah Sakit dr. Reksodiwiryo atau Rumah Sakit Tentara untuk operasi pengangkatan proyektil.

Sementara itu, Sekretaris UNP Erianjoni juga membenarkan seorang mahasiswa perguruan tinggi tersebut diduga terkena tembakan di area kampus.

"Memang ada mahasiswa UNP yang diduga terkena peluru nyasar," katanya.

Erianjoni mengatakan, insiden dugaan peluru tersasar tersebut terjadi pada sore hari di sekitar kawasan rektorat kampus usai mahasiswa merayakan hasil ujian seminar proposal.

Mahasiswi Jurusan Sosiologi tersebut terkena tembakan di bagian paha atau kaki. Selain itu, juga terdapat seorang warga lainnya yang diduga terkena peluru tersasar di sekitar lokasi kejadian.

"Satu lagi keluarga mahasiswa yang sedang berada di kampus," ujarnya. 

Saat ini pihak kampus sedang mendampingi mahasiswa yang diduga terkena peluru menyasar di salah satu rumah sakit swasta, Kota Padang guna mendapatkan perawatan intensif.

 

 

 

Ada Latihan Menembak

Pascainsiden tersebut Kodam XX masih terus berupaya mengumpulkan informasi serta melakukan investigasi mendalam termasuk mencari tahu asal peluru. Pomdam XX/Tuanku Imam Bonjol juga telah melakukan investigasi di area latihan menembak maupun di lokasi kejadian, tepatnya di sekitar kawasan Rektorat UNP untuk mengumpulkan berbagai informasi yang dibutuhkan.

Ia tidak menampik pada saat kejadian satuan Batalion Infanteri (Yonif) TP 897/Singgalang sedang melaksanakan latihan menembak. Namun, belum dapat dipastikan apakah sumber peluru tersebut berasal dari area latihan atau tidak.

 

Â