Akal-akalan WN China Selundupkan 17,5 Kg Emas, Disembunyikan di Koper dan Mi Instan

Bea Cukai gagalkan penyelundupan 17,55 kg emas senilai Rp 45,7 miliar dari Indonesia ke China dengan berbagai modus.

Diterbitkan 26 Mei 2026, 17:44 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

 

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang satu bulan terakhir, sebanyak 17,55 kg emas senilai Rp 45,7 miliar hampir berhasil diselundupkan dari Indonesia menuju China. Para pelaku yang mayoritas berkewarganegaraan China itu menggunakan berbagai modus untuk membawa emas secara ilegal.

Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan bahwa total 17,55 kg emas tersebut ditemukan dari 12 kasus berbeda dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Meski demikian, pola penyelundupan yang dilakukan relatif sama, yakni diamankan dari barang bawaan penumpang di Terminal 3 Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta.

"Berupa barang bawaan penumpang yang terindikasi membawa logam, dalam hal ini adalah emas. Mereka membawanya dengan cara yang berbeda, ada yang disembunyikan di dalam koper, hand carry, dikantongin, ada pula yang sudah diubah seperti liontin kalung," tutur Hengky, saat memberi keterangan pers, Selasa (26/5/2026).

Namun yang mencurigakan, para pelaku membawa emas dalam jumlah tidak wajar. Ada yang membawa 400 gram emas yang sudah berbentuk liontin kalung sehingga terdeteksi saat pemeriksaan petugas.

Ada juga yang membawa 3 kg emas, sementara sebagian lainnya disembunyikan di dalam bungkus mi instan yang diletakkan di dalam koper. Bahkan, terdapat pula pelaku yang membawa hingga 10 kg emas di dalam kopernya.

“Yang menarik dari 12 penindakan ini, 11 di antaranya adalah warga negara China. Mereka ini pada kembali ke China, meski penerbangannya di sini tujuan ke Hong Kong. Kemudian 1 orang lagi adalah WNI, sama saja, tujuannya ke Hong Kong,” ujar Hengky.

 

Temuan Masih Dikembangkan

Temuan ini pun masih terus dikembangkan untuk mencari tahu dari mana emas-emas ini berasal, serta diduga adanya kemungkinan di China pun akan dikumpulkan di satu daerah yang sama.

"Kami curiga di sana pun dikumpulkan, lalu dilebur untuk jadi produk emas baru, "kata Hengky.