Liputan6.com, Jakarta - Harapan keluarga untuk memakamkan Evi Mentari (37) di kampung halaman akhirnya terkabul. Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, yang meninggal dunia di Arab Saudi sejak pertengahan Juli lalu tersebut diberangkatkan menuju tanah air pada Senin (24/8/2026).
Sebelumnya, almarhumah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit King Fahd selama dua pekan akibat tumor otak, hingga dinyatakan meninggal pada 10 Juli 2026. Namun, jasad mantan asisten rumah tangga ini tertahan hingga 40 hari akibat terkendala kelengkapan administrasi dan urusan pembiayaan.
Kepastian pemulangan ini dikonfirmasi oleh suami almarhumah, Erwin Susman (43). Dia menyebutkan bahwa proses pemulangan memerlukan waktu lama karena koordinasi di lapangan sempat menemui hambatan teknis.
Advertisement
"Penyebab utamanya ada pada pemenuhan dokumen administrasi. Di sisi lain, komunikasi dari pihak pengurus lokal di sana ke KJRI juga sempat minim penekanan," kata Erwin, Senin (24/8/2026).
Erwin menambahkan, kendala terbesar yang membentang di hadapan keluarga adalah besarnya biaya penanganan dan pengiriman jenazah lintas negara.
"Persoalan biaya menjadi beban terberat kami. Padahal, keinginan keluarga sangat jelas, yaitu membawa almarhumah pulang ke Sukabumi," jelas Erwin.
Biaya Pemulangan Ditanggung Negara
Titik terang pemulangan ini baru didapatkan setelah pihak keluarga memperoleh pendampingan dari Sekretariat Bersama Relawan Tindak Pidana Perdagangan Orang (Sekber TPPO RI).
Lembaga tersebut terus mendorong Perwakilan RI di Arab Saudi hingga seluruh ongkos kepulangan diakomodasi oleh negara.
"Alhamdulillah, pendampingan dari Sekber TPPO RI yang terus mendesak KJRI membuat pemerintah akhirnya turun tangan menanggung seluruh biaya pemulangan," ucapnya.
Sesuai jadwal penerbangan pukul 15.44 waktu setempat, jenazah diperkirakan tiba di Sukabumi pada Senin malam dan akan langsung disemayamkan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga pada Selasa (25/8/2026).
Evi diketahui mengadu nasib ke Arab Saudi sejak November 2022. Dalam perjalanan karirnya, dia sempat menghadapi kendala dengan majikan awal hingga terpaksa bekerja secara tidak tetap, sebelum akhirnya jatuh sakit akibat tumor otak pada akhir Mei 2026.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331817/original/055880700_1787567222-BSU_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4409778/original/074363200_1682745589-PPATK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9321954/original/029124100_1786512297-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-12T122336.000.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331964/original/017788700_1787594840-435730.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409489/original/060477900_1479453069-Arab_Saudi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1373282/original/024149200_1476385389-Sukabumi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323344/original/002227100_1786610027-WhatsApp_Image_2026-08-12_at_18.13.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9318675/original/015664600_1786125733-Untitled.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316571/original/062118600_1785946310-EA.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/876774/original/009328100_1431659143-OPEC_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5159502/original/055917400_1741746767-arne-slot-psg-reaction-110.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5540889/original/074569200_1774841000-6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5546340/original/050246100_1775287307-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310523/original/012042200_1785320319-iraq4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5520901/original/031279000_1772664806-4.jpg)