Terpuruk di Pemilu 2024, Begini Strategi PPP DKI untuk Bangkit

Sebanyak 150 kader mengikuti kegiatan intensif ini.

Liputan6.com, Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta menggelar Latihan Kepemimpinan Kader Dasar (LKKD) ke-1 di Megamendung, Bogor, Sabtu–Minggu, 17-18 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi evaluasi total pascapemilu 2024 dan konsolidasi mesin partai menuju Pemilu 2029. Sebanyak 150 kader mengikuti kegiatan intensif ini, terdiri atas pengurus harian DPW, ketua dan sekretaris DPC, serta ketua dan sekretaris PAC se-DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu.

Hadir langsung Ketua DPW PPP DKI Jakarta Saiful Rahmat Dasuki dan Sekretaris DPW Muhammad Hatta. Saiful Rahmat Dasuki menegaskan hasil Pemilu 2024 harus menjadi titik balik.

"Cukup jadi catatan kita, 2024 PPP tertampar dari kursi Senayan," ujar Syaiful.

Ia meminta kader tidak berlarut dalam kekecewaan. Justru dari Megamendung, kebangkitan harus dimulai.

"Kita yang menjadi saksi sejarah jatuhnya, maka kita pula yang harus menjadi saksi sejarah kembalinya PPP ke Senayan. Kita rebut kembali kursi-kursi DPRD kita. Bisa, sangat bisa," tegasnya.

Kunci Kebangkitan

Menurut Syaiful, kunci kebangkitan adalah penataan struktur dari DPW hingga ranting. Basis massa PPP di Jakarta masih kuat, tinggal digerakkan oleh kader militan yang turun langsung ke masyarakat.

Sekretaris DPW PPP DKI Jakarta Muhammad Hatta menyebut LKKD dirancang untuk mencetak pemimpin lapangan, bukan sekadar pengurus.

"Tujuannya jelas: bagaimana mereka mengelola dan membesarkan partai. Target kita, 2029 PPP menang di Jakarta," kata Hatta.

Usai LKKD, seluruh DPC dan PAC diberi mandat langsung untuk bergerak.

"Kader harus pulang dengan dada tegap membawa ideologi partai. Hadir di tengah warga dan jadi solusi nyata persoalan Jakarta," pungkas Hatta.