Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya, Penanganan Karhutla Dipercepat

Prabowo menginstruksikan percepatan penanganan karhutla dengan mengerahkan lebih dari 60 ribu personel gabungan serta mengoptimalkan operasi darat dan udara.

Diterbitkan 18 Oktober 2026, 10:42 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan optimalisasi pengerahan personel gabungan, operasi pemadaman darat dan udara, serta koordinasi lintas instansi untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, arahan tersebut disampaikan Prabowo dalam rapat terbatas yang membahas perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta. Pemerintah memusatkan perhatian pada wilayah yang masih membutuhkan penanganan intensif.

“Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” kata Teddy.

Berdasarkan laporan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi masih dalam proses pemadaman. Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan menjadi fokus utama, sedangkan kondisi di Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik.

Teddy menyebut, operasi pemadaman darat melibatkan lebih dari 60 ribu personel gabungan. Tingkat keberhasilan pemadaman harian dilaporkan mencapai rata-rata di atas 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar.

“Operasi darat didukung lebih dari 60.177 personel gabungan, dengan tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata di atas 80% dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya. Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” ujarnya.

 

Penanganan Dipercepat

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan, Presiden menginginkan penanganan karhutla berlangsung secepat mungkin. Namun, asap tebal membuat sejumlah titik kebakaran sulit dijangkau melalui operasi udara sehingga pemadaman dari darat tetap menjadi tumpuan penting.

“Ya, Presiden targetnya adalah secepat mungkin. Ya, beliau sangat konsentrasi betul masalah karhutla ini,” kata Dudung seusai rapat di Istana Kepresidenan.

Selain operasi pemadaman, pemerintah mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca dan memperkuat upaya pencegahan di daerah.

Pemerintah berharap koordinasi lintas instansi, dukungan teknologi, dan partisipasi masyarakat dapat mempercepat pengendalian karhutla.

Upaya ini juga ditujukan untuk melindungi warga, menjaga ekosistem hutan, serta mengurangi dampak asap terhadap kesehatan dan aktivitas ekonomi.