PDIP Enggan Tanggapi Isu Jokowi Masuk PSI

Hubungan PDIP dengan Jokowi telah berakhir sejak dia dipecat dari keanggotaan partai.

Diterbitkan 15 Juni 2026, 15:54 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Deddy Yevri Sitorus menanggapi santai kabar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Menurut Deddy, hubungan PDIP dengan Jokowi telah berakhir sejak dia dipecat dari keanggotaan partai.

“Memangnya dari dulu dia tidak di PSI? Kan anaknya sudah Ketua Umum dan sebelum itu dia membesarkan PSI dengan merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN,” kata Deddy kepada wartawan di Jakarta, Senin (15/6/2026).

Deddy menegaskan bahwa PDIP tidak lagi memiliki urusan politik dengan Jokowi. Oleh karena itu, keputusan politik apa pun yang diambil Jokowi saat ini bukan lagi menjadi persoalan bagi partainya.

“Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai, sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi,” ujar Deddy.

Pantau Langkah Politik PSI

Meski demikian, Deddy mengakui PDIP tetap mencermati perkembangan politik PSI ke depan, terutama terkait potensi dampaknya terhadap peta kekuatan partai menjelang Pemilu 2029.

Deddy bilang masih terlalu dini untuk menilai apakah keberadaan Jokowi di PSI nantinya akan memberikan pengaruh signifikan terhadap elektabilitas partai tersebut maupun terhadap PDIP.

“Apakah akan berdampak pada PDI Perjuangan? Kita lihat saja nanti karena pemilu masih jauh,” katanya.