Wamendagri Tekankan Pentingnya Karakter dan Jejaring bagi Peserta Masadagri

Wamendagri Bima Arya Sugiarto meminta peserta Masadagri Batch III membangun relasi dan karakter kuat.

Diterbitkan 08 Oktober 2026, 17:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya karakter dan jejaring sebagai bekal bagi peserta Mahasiswa Magang Kementerian Dalam Negeri (Masadagri) Batch III selama menjalani masa magang di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan dan prestasi akademik, tetapi juga oleh kemampuan membangun relasi serta karakter yang kuat.

"Kunci kesuksesan yang saya yakini, saya pelajari, saya alami sejauh ini. Itu bukan hanya kecerdasan, bukan hanya transkrip nilai, tapi dua hal yang sangat menentukan. Pertama adalah pertemanan, kedua adalah karakter," ujar Bima dalam Sharing Session Masadagri Batch III di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (8/10/2026).

Dia mengatakan, sebanyak 65 peserta yang terpilih dari sekitar 1.080 pendaftar memiliki kesempatan untuk memaksimalkan masa magang selama tiga bulan.

Kesempatan tersebut tidak hanya digunakan untuk mempelajari praktik kerja birokrasi, tetapi juga untuk memperluas pengalaman dan membangun jejaring dengan berbagai pihak di lingkungan Kemendagri.

Menurut Bima, kemampuan membangun relasi menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan seseorang. Karena itu, peserta didorong untuk aktif berinteraksi dengan berbagai unsur di Kemendagri, mulai dari direktur, kepala biro, analis kebijakan, hingga pimpinan.

"Target kalian di sini adalah ketemu dengan sebanyak mungkin orang, membangun sebanyak mungkin jaringan dan networking di sini," katanya.

 

Ruang Mengamati dan Diskusi

Bima juga meminta peserta menjadikan masa magang sebagai ruang untuk mengamati, berdialog, berdiskusi, dan memberikan masukan terhadap berbagai hal yang ditemui.

Proses tersebut penting agar peserta dapat membandingkan pengetahuan yang dimiliki dengan realitas yang berlangsung di lingkungan birokrasi.

"Yang akan menjadi pemenang dalam kehidupan adalah orang-orang yang bisa berdialektika," tegas Bima.

Ia menjelaskan, Kemendagri memiliki tanggung jawab dalam pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah serta berbagai urusan pemerintahan, termasuk otonomi daerah, keuangan daerah, dan politik dan pemerintahan umum.

Melalui pengalaman langsung selama magang, peserta diharapkan dapat memahami bagaimana birokrasi bekerja dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

Bima juga mendorong peserta untuk berani menyampaikan masukan apabila menemukan hal yang perlu diperbaiki selama menjalani program.

Menurutnya, masukan, evaluasi, dan perspektif dari peserta dapat menjadi bahan evaluasi yang konstruktif bagi Kemendagri sekaligus memperkaya pengalaman mereka selama berada di lingkungan kementerian.

Mengakhiri sambutannya, Bima menyampaikan tiga target Kemendagri dari keikutsertaan peserta dalam program Masadagri. Pertama, peserta memperoleh bekal dan pengalaman sebagai bagian dari perjalanan menuju masa depan.

Kedua, peserta menjadi bagian dari Kemendagri yang mampu mengenalkan fungsi dan pekerjaan kementerian kepada publik. Ketiga, peserta memberikan masukan, evaluasi, dan perspektif yang konstruktif bagi Kemendagri.

"Dan nanti pasti selama tiga bulan ini ada program-program di mana kita bisa ngobrol dengan lebih santai," tandas Bima.