Mendagri Pastikan Banjir Padang Terkendali: Tak Ada Lumpur dan Fasilitas Rusak

Mendagri Tito memastikan banjir di Padang terkendali, hanya berupa genangan dan tidak membawa lumpur.

Diterbitkan 05 Agustus 2026, 17:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan bencana banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat terkendali dan tertangani dengan baik. Menurut dia, banjir di Padang kali ini hanya berupa genangan air dan tidak membawa lumpur.

Tito sendiri sudah turun langsung untuk mengecek kondisi banjir di Padang. Dia juga telah berkomunikasi dengan Kepala BNPB, Kapolda Sumatra Barat, dan Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol.

"Yang intinya, ini banjir tanggal 3 (Agustus). Hujan tapi enggak seperti banjir yang lebat yang dulu berhari-hari empat-lima hari. Banjirnya juga tidak membawa lumpur, tapi air genangan-genangan air terjadi," kata Tito di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah RI Jakarta Pusat, Rabu (5/8/2026).

Dia menyampaikan tidak ada fasilitas umum yang rusak akibat banjir. Tito menuturkan genangan air banjir yang masuk ke rumah warga pun tidak separah banjir bandang tahun lalu.

"Tidak ada kerumah-rumah, fasilitas yang rusak, terberat nggak ada. Ah, tapi ya genangan di jalan-jalan cukup mengganggu, gitu ya. Dan kemudian ada juga yang terkena rumah, ya, tapi tidak jauh tidak separah enggak bawa lumpur seperti yang lalu," tuturnya.

Tito mengatakan pemerintah provinsi Sumatra Barat sudah memberikan bantuan makanan dan keperluan warga lainnya. Di sisi lain, kata dia, warga meminta bantuan perbaikan saluran PDAM yang rusak akibat diterjang banjir pada November 2025.

 

Perbaikan Saluran PDAM

Tito menyebut sebagian saluran PDAM itu sebetulnya sedang diperbaiki, namun kembali terdampak banjir. Menurut dia, pemerintah provinsi dapat memanfaatkan anggaran tambahan sebesar Rp 200 miliar dari Presiden Prabowo Subianto.

"Atau provinsi kan ada 500 miliaran ditambah kemarin oleh Bapak Presiden Januari. Bisa dari provinsi kan kalau kebutuhannya bisa mencukupi untuk memperbaiki saluran PDAM itu," jelasnya.

"Nah, kalau memang nggak mampu saya akan sampaikan kepada Menteri PU. Kepala balai apa, sungainya juga sudah datang ke sana. Kan tinggalnya memang di situ Kepala Balai. Mereka turun juga," sambung Tito.