Polisi Kerahkan 3 Peleton Pasukan ke Lokasi Pesawat Dibakar KKB

Operasi Damai Cartenz menduga aksi pembakaran pesawat di Balingga bertujuan menunjukkan eksistensi KKB.

Diterbitkan 02 Juli 2026, 18:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Satgas Operasi Damai Cartenz mengungkap dugaan awal di balik pembakaran pesawat di Distrik Balingga, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Aksi itu diduga terkait upaya Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk menunjukkan eksistensi sekaligus menarik perhatian dunia internasional. Temuan ini masih bersifat sementara.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo menyebut aparat belum dapat menjangkau lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Keterangan rinci baru akan disampaikan setelah tim tiba di lapangan dan bekerja.

Di sisi lain, tim evakuasi sudah disiapkan untuk menuju lokasi. Polisi juga menegaskan penyelidikan akan dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran serta pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

"Motif kemungkinan besar, kalau dugaan kita mengarah kepada KKB, adalah ingin menunjukkan kepada dunia eksistensi mereka serta mencari perhatian," kata Yusuf, Kamis (2/7/2026).

Yusuf menegaskan pihaknya belum dapat memastikan siapa pelaku. Kepastian baru bisa diperoleh setelah rangkaian langkah penyidikan dilakukan.

"Patut diduga. Karena kalau masyarakat sipil biasa, rasanya tidak mungkin mereka melakukan penyerangan terhadap satu-satunya sarana transportasi yang menjadi penghubung masyarakat di Balingga dengan dunia luar. Tetapi kami belum bisa memastikan karena belum mendatangi lokasi, belum olah TKP, dan belum mengumpulkan keterangan maupun barang bukti," ujarnya.

3 Peleton Dikerahkan

Satgas Operasi Damai Cartenz menyiapkan tim evakuasi menuju lokasi kejadian. Polisi akan menerjunkan tiga peleton untuk membantu evakuasi para korban sekaligus mengumpulkan bukti-bukti terkait insiden tersebut.

"Dari Wamena. Posnya di Wamena tapi nanti pasukan bergeser dari Timika maupun dari Yahukimo kita geser sebagian," kata Yusuf.

Selain penanganan darurat, penyidikan juga diprioritaskan untuk memastikan penyebab kebakaran dan mengungkap pihak yang bertanggung jawab.

Pilot WN AS

Pesawat yang terbakar itu dipiloti Nicholas F. Goselin, warga negara Amerika Serikat. Pesawat AMA tersebut terbang dari Wamena menuju Balinggama dengan membawa penumpang.

Manifest mencatat tujuh penumpang: Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso.

"Penumpang jumlahnya 7 orang dari manifest penumpang yang kita dapat dari maskapai tersebut. Dipiloti oleh warga negara US. Warga negara Amerika pilotnya," tutup Yusuf.