Polisi Sebut BEM UI Tak Kirim Surat Pemberitahuan Demo

Hingga hari pelaksanaan aksi, pengecekan yang dilakukan ke sejumlah jajaran kepolisian disebut tidak menemukan adanya surat.

Diterbitkan 12 Juni 2026, 19:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya menyatakan tidak menerima surat pemberitahuan aksi demonstrasi yang digelar BEM UI di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).

"Ya jadi aksi hari ini belum ada surat pemberitahuan sampai dengan 17.36 hari ini. Itu tidak ada surat pemberitahuan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto di kawasan Bundaran HI, Jumat malam.

Saat ditanya lebih lanjut mengenai surat pemberitahuan tersebut, Budi kembali menegaskan bahwa Polda Metro Jaya tidak menerima dokumen apa pun terkait pelaksanaan aksi.

"Kami sudah ngecek di Polres Metro Depok itu tidak ada, di Polres Metro Jakarta Pusat juga tidak ada, di Direktorat Intel Polda Metro Jaya juga tidak ada," tegas Budi.

Lebih lanjut, dia menerangkan, ketentuan mengenai pemberitahuan aksi unjuk rasa telah diatur dalam Pasal 10 UU Nomor 9 Tahun 1998.

Dalam aturan tersebut, penyelenggara wajib menyampaikan surat pemberitahuan kepada kepolisian selambat-lambatnya 3x24 jam sebelum aksi digelar, sehingga aparat dapat mempersiapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas.

"Kami juga harus menginformasikan kepada seluruh masyarakat ada kegiatan penyampaian aspirasi, sehingga masyarakat juga berpikir untuk menggunakan jalur-jalur lainnya, tidak secara mendadak," kata Budi.

Demo BEM UI, Ini 5 Tuntutan Mahasiswa

Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI akan melakukan aksi demontrasi di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (12/6/2026). Berdasarkan pantauan Liputan6.com, mahasiswa UI mulai berdatangan dan berkumpul di lapangan parkir FISIP Universitas Indonesia.

Ketua Departemen Aksi dan Propaganda BEM UI, Albani Hilmi memperkirakan akan ada seribu mahasiswa yang bertolak dari UI.

"Kami akan membawa seribu massa menuju Bundaran HI," ujar Albani.

Albani menjelaskan, BEM UI akan bergerak ke Jakarta setelah seluruh mahasiswa berkumpul. Diperkirakan sebelum salat Jumat sudah berada di Jakarta. Setelah salat Jumat, BEM UI akan melaksanakan aksi unjuk rasa menyampaikan sejumlah tuntutan.

"Kami akan menjalankan aksi nanti setelah salat Jumat, kita menghormati kawan-kawan yang salat Jumat terlebih dahulu," jelas Albani.

BEM UI akan membawa lima tuntutan. Mulai dari penghentian pemborosan anggaran APBN, menurunkan harga BBM, menurunkan harga kebutuhan pokok, memberhentikan program MBG, penghentian program Kopdes. Selain itu, BEM UI turut menuntut penghentian adanya militerisasi di ranah sipil.

"Kita meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengakui kesalahannya dan juga menyadari bahwa beliau sedang salah gitu," tegas Albani.

Pada demo hari ini, BEM UI membawa tema Menuju Indonesia Bangkrut. BEM UI melihat sejumlah sektor fiskal, moneter, dan pasar modal di Indonesia, sedang menuju ke krisis ekonomi.

"Kami minta agar pemerintah sebetulnya cepat mengakui kesalahan itu, cepat memperbaiki kesalahan itu," terang Albani.

  • Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Berbagai aksi demonstrasi terjadi di Jakarta dan Yogyakarta pada pertengahan Juni 2026, melibatkan mahasiswa dan elemen masyarakat dengan tuntutan beragam serta lokasi yang berbeda.
    Demo
  • liputan6
    Tuntutan utama dalam aksi demonstrasi meliputi kritik terhadap kebijakan pemerintah, isu ekonomi seperti penurunan harga Rupiah dan BBM, serta penghentian pemborosan APBN.
    Tuntutan Aksi Mahasiswa
  • liputan6
    Aksi demonstrasi utama dijadwalkan pada Jumat, 12 Juni 2026 oleh BEM UI di Jakarta, dan pada Selasa, 26 Mei 2026 oleh dua aliansi di Jakarta Pusat, serta Sabtu, 13 Juni 2026 di Yogyakarta.
    Jadwal Aksi Demonstrasi
  • BEM UI
  • Polda Metro Jaya
  • Bundaran HI