KSAD: Begal Jadi Takut karena Ada Tentara

Menurutnya, kehadiran TNI sebagai pencegahan, bukan untuk memberantas, melainkan lebih pada memberikan rasa aman bagi masyarakat.

Diterbitkan 10 Juni 2026, 14:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak membantah TNI ikut memberantas begal. Menurutnya, para pelaku justru akan ketakutan sebelum melakukan aksi begal karena kehadiran prajurit di daerah tersebut.

"Enggak, siapa yang ngurus begal? Nggak ada yang ngurus begal. Begal itu jadi takut karena ada tentara, gitu lho. Bukan ngurus-ngurusin," kata Maruli di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, kehadiran TNI sebagai pencegahan, bukan untuk memberantas, melainkan lebih pada memberikan rasa aman bagi masyarakat.

"Ada tentaranya di tempat situ, karena ada begal, lihat tentara, nggak jadi. Kayak gitu," kata dia.

"Jadi kita mengerjakan hal-hal yang tidak terjangkau oleh kementerian," sambungnya.

 

Tak Ada Instruksi dari Panglima

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menjelaskan sedianya tidak ada instruksi langsung dari Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto agar tentara membantu pemberantasan begal.

"Tidak ada instruksi khusus dari Panglima TNI untuk operasi pemberantasan begal. Namun, Beliau menyetujui atau mengizinkan jajaran TNI untuk melakukannya, dengan prinsip kehadiran prajurit di lapangan," ujar Nas kepada wartawan, Selasa (26/5/2026).

Menurut Nas, kehadiran tentara merupakan bagian dari upaya membantu kepolisian menciptakan kondisi wilayah yang aman dan kondusif. Ia menggarisbawahi penanganan tindak pidana tetap menjadi kewenangan kepolisian.

"TNI tak melakukan tindak penegakan hukum terhadap warga sipil," tutur Nas.