Liputan6.com, Jakarta - Bungkus-bungkus kopi, minuman serbuk, dan aneka camilan menggantung rapat di bagian depan warung. Dari luar, warung itu tampak kecil, tetapi rak-raknya terisi penuh kebutuhan sehari-hari. Mulai dari makanan ringan, minuman, hingga sembako.
Di dekat meja kasir, Popon Fatima yang mengenakan hijab merah muda sibuk melayani pelanggan. Selain pembeli, dia juga melayani berbagai transaksi perbankan seperti tarik tunai dan transfer uang.
Sejak menjadi Agen BRILink, warung milik Popon tak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga andalan warga sekitar untuk mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah.
Advertisement
Popon merintis warungnya pada 2002. Tidak lama setelah pindah dari Tasikmalaya ke Bogor. Lokasinya yang berada di dekat kawasan pabrik membuat Popon melihat peluang usaha yang menjanjikan.
"Di sini dekat pabrik. Banyak sopir, pekerja proyek, sama orang-orang yang berangkat kerja beli kopi di sini," kata Popon saat berbincang dengan Liputan6.com di tempat usahanya kawasan Klapanunggal, akhir Mei lalu.
Sejak awal, warungnya menjual kebutuhan sehari-hari dengan andalan kopi dan sembako. Usaha itu terus bertahan meski mengalami pasang surut mengikuti kondisi ekonomi dan persaingan usaha.
Beberapa tahun kemudian, Popon mendapat tawaran dari BRI untuk menjadi Agen BRILink. Saat itu layanan tersebut masih tergolong baru dan belum banyak dikenal masyarakat.
Awalnya dia sempat ragu. Selain belum memahami cara kerja layanan tersebut, modal yang dimilikinya juga terbatas. Namun dorongan dari pihak bank membuatnya akhirnya mencoba.
"Saya takut waktu itu. Modal saya cuma Rp 5 juta. Tapi akhirnya dicoba saja," ujarnya.
Modal tersebut sebagian berasal dari pinjaman BRI yang selama ini digunakannya untuk mengembangkan usaha dan membeli aset. Hubungannya dengan BRI memang sudah terjalin sejak lama melalui berbagai fasilitas pinjaman usaha.
Setelah memutuskan bergabung sebagai Agen BRILink, Popon langsung mendapatkan mesin Electronic Data Capture (EDC) untuk melayani transaksi. Pada hari-hari pertama, jumlah transaksi memang hanya sekitar tiga hingga tujuh transaksi per hari. Namun seiring waktu, jumlah pelanggan terus bertambah.
Puncaknya terjadi saat masa pandemi Covid-19. Ketika banyak usaha mengalami penurunan, transaksi di Agen BRILink milik Popon justru meningkat tajam.
"Dulu waktu lagi bagus bisa sampai 150 transaksi sehari," katanya.
Mayoritas transaksi yang dilayani berupa tarik tunai dan transfer. Dia pernah melayani transfer hingga Rp 70 juta dan tarik tunai puluhan juta rupiah.
Namun kejayaan tersebut menurun dalam beberapa tahun terakhir. Bertambahnya jumlah Agen BRILink di berbagai lokasi membuat persaingan semakin ketat. Jika dulu transaksi bisa mencapai ratusan setiap hari, kini jumlahnya berkisar 20 hingga 30 transaksi.
"Sekarang mah rasanya balik lagi ke awal," ujarnya sambil tersenyum kecut.
Meski begitu, Popon tetap bertahan. Baginya, keberadaan warung dan layanan BRILink saling melengkapi. Saat transaksi perbankan menurun, warung masih menjadi sumber penghasilan utama.
Lebarkan Sayap Bisnis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7836966/original/061304500_1780657899-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_18.36.36.jpeg)
Keberanian Popon Fatimah mengembangkan usaha tidak berhenti di warung dan Agen BRILink. Perempuan 47 tahun itu terus mencari peluang lain untuk menambah penghasilan keluarga. Sebagian besar dengan memanfaatkan akses pembiayaan dari BRI.
Di sekitar warungnya, Popon memiliki sejumlah kontrakan yang disewakan kepada perantau dari kampung halamannya di Tasikmalaya. Tak hanya menyediakan tempat tinggal, dia juga membantu mereka memulai usaha kecil-kecilan.
Salah satunya usaha es doger dan es cendol yang dijalankan menggunakan gerobak milik Popon. Para perantau yang datang bahkan tidak perlu membawa modal besar.
"Mereka datang dari kampung cuma bawa ongkos. Kontrakan sudah ada, gerobak sudah ada. Semua kebutuhan jualan juga belanja dari saya," katanya.
Mulai dari gula merah, gula putih, sagu, kelapa, hingga plastik kemasan disediakan oleh Popon. Para pedagang kemudian menyetorkan hasil penjualan dan pembayaran kebutuhan usaha setiap hari.
Popon mengaku sudah beberapa kali mengakses Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan berbagai lini usaha yang dimilikinya. "Kalau berapa kali pinjam, saya sudah enggak bisa hitung," katanya sambil tertawa.
Sepanjang yang diingatnya, dia pernah beberapa kali memperoleh pinjaman KUR dengan nilai mencapai ratusan juta rupiah. Dana tersebut digunakan untuk berbagai kebutuhan produktif, termasuk menambah modal usaha kontrakan.
Tak hanya itu, Popon juga sempat merambah bisnis penyewaan forklift. Namun bisnis itu terpaksa berhenti saat pandemi Covid-19 karena aktivitas usaha yang menurun drastis.
Advertisement
Tiket Haji dan Umrah untuk Ibu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7836967/original/074651300_1780657899-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_18.36.33.jpeg)
Keuntungan dari berbagai usaha yang dijalankannya tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedikit demi sedikit, Popon mengubah hasil usahanya menjadi aset yang nilainya terus berkembang.
Rumah yang dulu sederhana kini telah berdiri dua lantai. Selain itu, dia juga berhasil membeli sebuah mobil yang digunakan untuk menunjang aktivitas usaha dan belanja kebutuhan warung.
Tak berhenti di situ, Popon juga memilih menginvestasikan sebagian penghasilannya untuk membeli tanah di kampung halamannya di Tasikmalaya. Hingga kini, dia telah memiliki tujuh bidang tanah yang dikumpulkan secara bertahap selama bertahun-tahun.
"Orang tua dulu selalu bilang investasi di kampung. Walaupun pelan-pelan, sekarang alhamdulillah harganya sudah naik," katanya.
Salah satu pencapaian yang paling membahagiakan bagi Popon bukanlah rumah, mobil, atau tanah. Dari hasil usahanya, dia berhasil memberangkatkan ibunya ke Tanah Suci untuk umrah dan haji.
Awalnya, ibunya hanya berencana menjalankan ibadah umrah. Namun tak lama setelah pulang, panggilan haji datang lebih cepat dari yang diperkirakan.
"Awalnya umrah dulu. Setahun kemudian dipanggil haji. Ya sudah, saya bilang berangkat saja. Mungkin memang sudah rezekinya," ujarnya.
Meski telah membantu mewujudkan impian orang tuanya, Popon mengaku dirinya sendiri belum sempat berangkat umrah maupun haji. Keinginan itu sudah lama ada, tetapi hingga kini masih menunggu waktu dan rezeki yang tepat.
"Saya mah niat sudah ada. Mudah-mudahan nanti ada jalan," katanya.
Mudahkan Akses Perbankan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7836970/original/088344600_1780657899-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_18.36.34.jpeg)
Asep, bukan nama sebenarnya, menjadi salah satu warga yang merasakan langsung manfaat usaha yang dibangun Popon. Terutama warung dan Agen BRILink.
Selain kerap menikmati secangkir kopi di warung Popon, dia memanfaatkan layanan Agen BRILink. Mulai dari tarik tunai, transfer uang kepada keluarga, hingga pembayaran tagihan. Semua itu dilakukan tanpa harus pergi ke bank atau ATM.
"Awalnya saya ke sini cuma buat ngopi. Tapi karena ada BRILink, kalau ada keperluan transfer atau tarik uang, sekalian saja di sini," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Agen BRILink di warung Popon membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis. Warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mengakses layanan perbankan. Cukup datang ke warung, menikmati kopi, lalu menyelesaikan transaksi keuangan dalam satu tempat.
Advertisement
UMKM Cileungsi Bertumpu pada KUR
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437562/original/004471100_1765256416-WhatsApp_Image_2025-12-09_at_09.55.00__1___1_.jpeg)
Di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri Cileungsi, pelaku UMKM masih mengandalkan pembiayaan perbankan untuk menjaga dan mengembangkan usahanya. Salah satu yang paling banyak dimanfaatkan adalah KUR BRI, yang dinilai lebih terjangkau dan mudah diakses oleh usaha kecil.
Kepala BRI Cileungsi, Luki Perdana mengatakan, KUR menjadi produk pembiayaan yang paling diminati dibandingkan kredit komersial seperti Kupedes. Selain mendapat subsidi bunga dari pemerintah, KUR juga memiliki persyaratan agunan yang lebih ringan.
"Kalau Kupedes kan biasanya butuh jaminan seperti sertifikat tanah," kata Luki.
Menurut dia, karakteristik masyarakat Cileungsi menjadi salah satu alasan tingginya minat terhadap KUR. Banyak pelaku UMKM merupakan pendatang yang tinggal di rumah kontrakan sehingga belum memiliki aset tetap yang dapat dijadikan jaminan kredit.
Di sisi lain, aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar kawasan industri menciptakan banyak peluang usaha. Mulai dari warung makan, toko kelontong, usaha jasa, hingga bisnis kontrakan berkembang untuk memenuhi kebutuhan para pekerja pabrik dan penduduk pendatang.
"Perdagangan banyak di pasar-pasar. Kontrakan juga berkembang karena banyak pabrik," ujarnya.
Luki menyebut, saat ini jumlah nasabah UMKM aktif di BRI Cileungsi mencapai sekitar 4.800 hingga 5.000 debitur. Angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap akses permodalan yang mudah dan terjangkau.
Namun, menurut dia, peran perbankan tidak berhenti pada penyaluran kredit. BRI juga melakukan pendampingan usaha secara berkala, mulai dari pengelolaan usaha hingga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan transaksi digital melalui QRIS.
"Fokus kami bukan hanya kasih modal, tapi juga mendampingi supaya usaha bisa naik kelas," kata Luki.
Dengan dukungan pembiayaan dan pendampingan tersebut, banyak pelaku UMKM di Cileungsi yang mampu memperluas usaha, menambah aset, hingga membuka lapangan pekerjaan baru di tengah geliat kawasan industri yang terus berkembang.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304320/original/074308900_1784712554-cek_fakta_lowongan_SKK_Migas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2365270/original/068589700_1537681835-20180923-Pawai-Kampanye-Damai-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5521382/original/090333100_1772688718-gempa_besar-_klaim_facebook.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9304429/original/014311000_1784714561-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7836964/original/047747000_1780657899-WhatsApp_Image_2026-05-29_at_18.36.34__1_.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4786318/original/084826700_1711521270-GJmtYCIbgAAkw1f.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299963/original/007789300_1784281017-mainoo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3104854/original/092516000_1587109605-000_1Q35MK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535295/original/004219900_1773977617-gianni.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303609/original/094591200_1784672116-AP26200776667216.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9303337/original/087011100_1784626958-063_2286813749.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302533/original/039508800_1784583892-spanyol.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295937/original/029239400_1783995735-000_A6DQ92Z.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298921/original/012469200_1784186973-IMG_5806__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5029976/original/069564300_1732949914-Screenshot_2024-11-30_135440.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9292471/original/054670300_1783597457-Ketua_Dewan_Komisioner_OJK_Friderica_Widyasari_Dewi-9_Juli_2026h.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301033/original/004849700_1784434276-blt_umkm_-_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300603/original/073511800_1784360605-WhatsApp_Image_2026-07-18_at_14.23.27.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4952835/original/011420500_1727255800-WhatsApp_Image_2024-09-25_at_10.20.23__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4605689/original/026232600_1696934526-Main_Image_Must.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5493434/original/019263400_1770214265-1000225262.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9298746/original/090073100_1784180863-1000125867.jpg)