Diduga Manipulasi Riset di Forum Internasional, ini Sosok Rifaldy dan Prihantini

Riset itu dipresentasikan di Kopenhagen, Denmark, pada 17 hingga 21 Mei 2026 lalu.

Diterbitkan 28 Mei 2026, 15:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Nama Prihantini dan Rifaldy Putra jadi perbincangan setelah diduga memalsukan riset di konferensi internasional. Riset itu dipresentasikan di Kopenhagen, Denmark, pada 17 hingga 21 Mei 2026 lalu.

Kedua peneliti itu disebut berasal dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Setelah dikaitkan dengan isu pemalsuan riset, UNY langsung menelusuri jejak Prihantini dan Rifaldy.

Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Nur Hidayanto mengatakan, berdasarkan hasil penelurusan Rifaldy dan Prihartini memang tercatat di database sebagai alumni UNY.

"Dua nama yakni Rifaldy Putra dan Prihantini, dua nama itu memang ada di database (alumni) kami. Rifaldy merupakan mahasiswa Matematika tahun 2014 dan Prihantini mahasiswa Matematika tahun 2015," kata Nur Hidayanto, Selasa (26/5/2026).

"Hanya ini mesti kita telusuri. Apakah dua nama itu benar nama yang dimaksud. Kami khawatir apakah benar itu yang dimaksud atau bukan. Maka kami perlu konfirmasi dulu. Kami mau tabayyun dulu," imbuh Nur Hidayanto.

Rifaldy Lulusan UNY

Rifaldy merupakan lulusan Sarjana Matematika UNY angkatan 2014. Sementara Prihantini berasal dari jurusan yang sama, namun angkatan 2015.

Rifaldy diketahui pernah meraih medali emas dalam ajang The Egyptian International Invention and Innovation Exhibition (EGYPTINVENT) 2016 di Kairo, Mesir yang diselenggarakan pada 8 - 10 Maret di El Gezirah Youth Center seperti dikutip dari laman UNY.

Rifaldy juga pernah bergabung dalam tim Departemen Pengembangan Kreativitas Mahasiswa BEM KM UNY.

Saat itu, dia dan timnya berhasil meraih medali emas ajang The 2nd World Invention and Innovation Forum (WIIF) pada tanggal 22 - 25 November 2017 di Foshan, China.

Prihantini Alumni Magister ITB

Usai menyelesaikan kuliahnya di UNY, Prihantini melanjutkan ke jenjang Strata-2 atau magister di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB, Aep Patah mengatakan, kampus prihatin atas dugaan tindakan fraud atau manipulasi riset yang dilakukan Prihantini dalam forum internasional tersebut.

"ITB menyampaikan keprihatinan atas sorotan dan perbincangan publik terhadap tindakan Prihantini yang diduga melakukan fraud atau manipulasi riset dalam sebuah konferensi internasional,” kata Aep dalam keterangan yang diterima, Kamis (28/5/2026).

Aep menjelaskan, Prihantini merupakan alumni program Magister FMIPA ITB angkatan 2020 dan telah menyelesaikan studinya pada 2022. Saat menempuh pendidikan magister di ITB, Prihantini menyusun tesis berjudul “Kajian Analitik Gelombang Air Akibat Longsoran pada Pantai Miring”.

ITB menegaskan materi yang dipresentasikan Prihantini dalam konferensi internasional tersebut tidak berkaitan dengan tesis maupun aktivitas akademik di lingkungan kampus.

“Materi yang dipresentasikan yang bersangkutan dalam konferensi internasional tersebut tidak berkaitan dengan tesis maupun aktivitas akademik di ITB,” ujar Aep.