Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi III DPR Rizki Faisal meminta polisi mengembangkan penyidikan dugaan peredaran 340 ribu dolar Singapura (SGD) palsu senilai sekitar Rp 4,7 miliar. Ia mendorong aparat menemukan sumber produksi dan pemasoknya.
Rizki mengatakan, penyidikan jangan hanya menyasar pihak yang diduga menguasai atau mengedarkan uang palsu tersebut. Polisi perlu menelusuri asal-usul uang, pemasok, hingga jalur peredarannya.
“Jangan hanya berhenti pada siapa yang menguasai uang tersebut. Aparat penegak hukum perlu menelusuri bagaimana uang tersebut diperoleh dan ke mana saja peredarannya,” kata Rizki kepada wartawan, Jumat (18/9).
Advertisement
Menurut Rizki, jika alat bukti telah mencukupi, penyidik dapat menetapkan pihak yang bertanggung jawab sebagai tersangka.
“Seharusnya dengan data dan fakta yang ada kepolisian sudah bisa melakukan penetapan tersangka, tidak hanya sekadar naik sidik,” ujarnya.
Ia menilai penetapan tersangka dapat menjadi bagian dari pengembangan perkara untuk mengungkap sumber produksi dan aliran uang palsu tersebut.
“Dengan demikian maka pengembangan ke arah sumber produksi uang ini dan alirannya bisa lebih jauh kita ungkap,” katanya.
Kronologi
Sebelumnya, kasus tersebut dilaporkan warga berinisial DM ke Polda Metro Jaya pada 3 Juli 2026 dengan terlapor HJ, EAK, dan AN. Perkara kemudian dilimpahkan ke Polres Tangsel. Penyidik meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan pada 9 September 2026 setelah gelar perkara.
"Penyidik telah melakukan kegiatan sesuai dengan mekanisme gelar perkara dan hasil gelar perkara status penyelidikan ditingkatkan ke penyidikan," kata Kasi Humas Polres Tangsel, Iptu Yuni kepada wartawan, Rabu (16/9).
Kasi Humas Polres Tangsel Iptu Yuni mengatakan, enam saksi telah diperiksa dalam perkara dugaan pemalsuan dan peredaran 34 lembar uang pecahan 10 ribu SGD.
“Bahwa benar penanganan ditangani oleh Satreskrim Polres Tangsel. Saat ini penyidik sudah melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap 6 orang saksi,” ujarnya.
Polres Tangsel juga berkoordinasi dengan Divhubinter Polri untuk meminta informasi kepada Kepolisian Singapura mengenai status penyidikan terhadap seorang WNI di negara tersebut. Polisi masih menunggu jawaban resmi dari otoritas Singapura.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323076/original/064136000_1786599582-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-13T123857.729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351957/original/080906700_1789720927-cek_fakta_suahasil.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9315872/original/087159700_1785900314-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-05T102428.295.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334946/original/033690300_1787906817-cek_fakta_bank_mandiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9351777/original/006674400_1789714241-607IMG_5628.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5349953/original/059135700_1757945389-Bapenas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346936/original/048560000_1789222746-WhatsApp_Image_2026-09-12_at_19.50.01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5010796/original/017006400_1731931573-20241117_084948.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3518881/original/000279300_1627027346-karbon_un.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346407/original/065215400_1789134579-WhatsApp_Image_2026-09-11_at_8.17.12_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9343729/original/089297500_1788876170-ChatGPT_Image_8_Sep_2026__20.55.32.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331376/original/043306400_1787540015-Polisi_bongkar_produsen_uang_palsu_di_Tangsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330888/original/012616600_1787457044-1000928241.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330587/original/099493100_1787389377-polda-metro-bongkar-sindikat-uang-palsu-rp-36-miliar-di-tangsel-1787384792836_169.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3060969/original/056284200_1582698599-20200226-Bank-Indonesia-Musnahkan-50.087-Lembar-Uang-Rupiah-Palsu-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295820/original/030073200_1783950346-IMG-20260713-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1678235/original/069176700_1502687937-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5760049/original/009734400_1778662974-9627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5748557/original/031212600_1778648395-Bank_Indonesia__BI__mulai_memusnahkan_uang_rupiah_palsu.jpg)