Bantargebang Jadi Penyumbang Emisi Metana Terbesar Kedua Dunia

TPST Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, tercatat sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia sepanjang 2025.

Diterbitkan 06 Mei 2026, 11:55 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi, Jawa Barat, tercatat sebagai penyumbang emisi gas metana terbesar kedua di dunia sepanjang 2025. Temuan ini tertuang dalam laporan “Spotlight on the Top 25 Methane Plumes in 2025: Landfills” yang pada 20 April 2026.

Dilihat Liputan6.com laporan itu merupakan hasil riset dari Emmett Institute di Fakultas Hukum University of California, Los Angeles (UCLA). Para peneliti melabeli penelitian ini sebagai proyek STOP Methane.

Dalam laporan tersebut, TPST Bantargebang disebut menghasilkan emisi 6,3 ton metana per jam. Angka ini menempatkan TPST Bantargebang berada tepat di bawah fasilitas pengolahan limbah di Buenos Aires, Argentina, yang mencatat 7,6 ton per jam.

“Daftar ini merinci 25 lokasi di sektor limbah dengan tingkat emisi terdeteksi dan terukur terbesar di dunia, berdasarkan pantauan instrumen satelit utama sepanjang tahun 2025,” demikian keterangan dalam laporan tersebut, dikutip Rabu (6/5/2026).

Selain itu, posisi ini juga menempatkan TPST Bantargebang sebagai sumber emisi metana terbesar di Asia, melampaui lokasi lain di Malaysia dan India.

Tim peneliti Emmett Institute memetakan sumber emisi ekstrem dari sektor tempat pemrosesan akhir (TPA) secara global. Data berasal dari pemantauan lebih dari 2.994 jejak gas (plumes) di 707 lokasi limbah di berbagai negara.

 

Emisi Bantargebang Lebih Tinggi dari TPA Lain

Peneliti menyampaikan, sebagian besar TPA di dunia hanya menghasilkan emisi dalam skala puluhan kilogram per jam. Namun, 25 lokasi teratas, termasuk TPST Bantargebang memiliki tingkat emisi jauh lebih tinggi, yakni dalam rentang 3,6 hingga 7,5 ton metana per jam.

“Wawasan ini diperoleh dari data publik emisi metana milik Carbon Mapper yang memanfaatkan dua instrumen berbasis ruang angkasa: satelit Tanager-1 milik Planet Labs dan instrumen EMIT milik NASA di Stasiun Luar Angkasa Internasional,” tulis laporan tersebut.

Peneliti juga menyampaikan, untuk menjaga akurasi data, daftar TPA yang ada hanya mencakup fasilitas yang terpantau minimal dua hari dengan setidaknya melalui dua pengukuran.

“Kami hanya menyertakan TPA yang terpantau setidaknya selama dua hari dan memiliki setidaknya dua data pengamatan yang terukur,” demikian bunyi laporan tersebut.

Selain tingkat emisi, laporan juga mencantumkan operator yang berpotensi bertanggung jawab sebagai pengelola fasilitas pengolahan sampah. Untuk TPST Bantargebang, pengelola yang disebut adalah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

TPA Penyumbang Gas Metana Terbesar

Berikut peringkat 25 besar TPA dunia yang menjadi penyumbang emisi Metana 2025:

1. Campo de Mayo, Buenos Aires, Argentina - 7,6 ton/jam

2. Bekasi, Jawa Barat, Indonesia (TPST Bantargebang) - 6,3 ton/jam

3. Jeram, Selangor, Malaysia - 6,0 ton/jam

4. Secunderabad, Telangana, India - 5,9 ton/jam

5. Tiltil, Chile - 5,5 ton/jam

6. Talagante, Chile - 5,2 ton/jam

7. Riyadh, Arab Saudi - 5,1 ton/jam

8. Kamphaeng Saen, Thailand - 5,0 ton/jam

9. Penco, Chile - 5,0 ton/jam

10. Fazenda Rio Grande, Brasil - 4,9 ton/jam

11. Al Jummum, Arab Saudi - 4,9 ton/jam

12. Maharashtra, India - 4,9 ton/jam

13. Caieiras, Brasil - 4,8 ton/jam

14. Rodriguez, Filipina - 4,6 ton/jam

15. Algiers, Aljazair - 4,3 ton/jam

16. Hong Kong North District - 4,2 ton/jam

17. Simeprodeso, Meksiko - 4,1 ton/jam

18. Southern District, Israel - 4,1 ton/jam

19. Fyli, Yunani - 4,0 ton/jam

20. Mauá, Brasil - 4,0 ton/jam

21. Needville, AS - 3,8 ton/jam

22. Ray County, Iran - 3,8 ton/jam

23. Rajm Khashman, Kuwait - 3,8 ton/jam

24. Şile, Türkiye - 3,8 ton/jam

25. Menemen, Türkiye - 3,6 ton/jam