LRT Jabodebek Uji Coba Mulai 05.30 WIB, Terhubung ke Whoosh

KAI menguji coba keberangkatan LRT Jabodebek pukul 05.30 WIB agar penumpang lebih mudah terhubung ke Whoosh di Stasiun Halim.

Diterbitkan 29 September 2026, 20:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menguji coba perjalanan awal LRT Jabodebek untuk memperkuat konektivitas dengan Kereta Cepat Whoosh di Stasiun Halim.

Uji coba akan berlangsung pada Kamis, 1 Oktober 2026 hingga Sabtu, 3 Oktobeter, lalu dilanjutkan Senin, 5 Oktober hingga Sabtu. Selama periode tersebut, LRT Jabodebek relasi Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia–Jatimulya berangkat lebih awal pada pukul 05.30 WIB. Setelahnya, perjalanan kembali mengikuti jadwal reguler mulai pukul 06.05 WIB.

Kereta pukul 05.30 WIB dijadwalkan tiba di Stasiun Halim pukul 05.54 WIB. Jadwal ini memberi alternatif bagi penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan pagi dengan Whoosh.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan perjalanan masyarakat tidak selalu menggunakan satu moda.

Karena itu, konektivitas antarmoda penting agar pilihan perjalanan saling terhubung. Uji coba ini, menurutnya, untuk melihat kesesuaian jadwal lebih awal dengan kebutuhan mobilitas penumpang Whoosh.

LRT Jabodebek terhubung dengan Whoosh melalui Stasiun Halim, sehingga penumpang dari kawasan layanan LRT dapat melanjutkan perjalanan menuju Bandung dan sejumlah tujuan lain.

 

Jadi Bahan Evaluasi

Uji coba ini sekaligus menjadi bahan evaluasi layanan. KAI akan mengamati pola perjalanan dan kebutuhan pengguna untuk meningkatkan kualitas layanan dan konektivitas antarmoda.

"Uji coba bukan hanya soal penyesuaian waktu, tetapi juga memastikan konektivitas antarmoda berjalan efektif," ujar Radhitya. Ia menambahkan, evaluasi akan terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kenyamanan pengguna.

Pengguna Whoosh yang berangkat pagi dari Stasiun Halim dapat memanfaatkan LRT pukul 05.30 WIB. Mereka diimbau memeriksa jadwal masing-masing moda dan memperhitungkan waktu perpindahan.

Radhitya berharap masyarakat semakin mudah merencanakan perjalanan terintegrasi, mulai dari kawasan asal, perpindahan antarmoda, hingga tujuan akhir.