Gerobak Pedagang Rusak saat Bentrok Menteng Bakal Diganti

Pascabentrok, warga diminta tak terprovokasi.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 12:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Gerobak nasi uduk yang dirusak sekelompok orang saat bentrok di J alan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, akan diganti. Hal itu dipastikan Camat Menteng, Nurhelmi Savitri.

Pascabentrokan kemarin, Camat dan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung dan segenap tokoh masyarakat melakukan dialog di depan Masjid Jami' Matraman.

"Ya kerugian ada satu gerobak pedagang nasi uduk yang dirusak dan Insya Allah akan segera kami ganti gerobaknya," kata Nurhelmi Savitri, Senin (27/7/2026).

"Karena gerobak tersebut ditarik oleh polisi untuk barang bukti. Jadi biar yang bersangkutan bisa dagang lagi," sambungnya.

Nurhelmi menuturkan, pedagang nasi uduk yang terdampak warga Matraman. Karena itu, pihaknya bergerak untuk membantu korban secepatnya.

"Iya warga asli, Matraman. Insya Allah gerobaknya nanti sore atau mungkin besok pagi paling lambat sudah datang lagi," jelas Nurhelmi.

Selain mengganti gerobak pedagang nasi uduk, segenap pengurus Kacamatan Menteng akan mengumpulkan para tokoh masyarakat, pemuka agama, hingga pemimpin tingkat RT dan RW sekitar. Pihaknya akan berkolaborasi memberikan imbauan pada segenap warga Matraman Dalam agar tidak terprovokasi, pasca-bentrokan yang terjadi.

"Intinya arahan dari Bapak Kapolres tadi, bahwa kami akan mengimbau warga agar tidak terprovokasi," jelas Nurhelmi menambahkan.

 

Satu Meninggal Dunia

Sebelumnya bentrok antarwarga terjadi di Jalan Tambak, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat pada Minggu (26/7) pagi. Kejadian ini berlangsung hingga siang hari dan mengakibatkan banyak kerusakan.

Polisi mengamankan sekitar 15 orang untuk dimintai keterangan, dengan tiga orang di antaranya terduga pelaku. Selain itu polisi membagi penyidikan dalam tiga klaster.

Klaster pertama berkaitan dengan aksi menggeber-geber sepeda motor di kawasan Matraman yang diduga menjadi pemicu awal perselisihan. Klaster kedua menyangkut dugaan pemukulan terhadap warga di lokasi awal kejadian, yakni di dekat gerobak penjual nasi uduk. Sementara klaster ketiga berfokus pada dugaan penganiayaan yang terjadi di Jalan Tambak.

Dalam penyidikan klaster penganiayaan, polisi telah mengamankan tiga terduga pelaku berinisial S, T, dan U. Ketiganya diduga terlibat dalam penganiayaan yang mengakibatkan seorang pemuda berinisial K (23) meninggal dunia.

Sementara satu korban lainnya, DS, hingga kini masih menjalani perawatan dalam kondisi kritis di rumah sakit.