Urai Kepadatan Pagi, Perjalanan LRT Jabodebek Ditambah Mulai Hari Ini

Kereta Luar Biasa (KLB) untuk menambah frekuensi perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi selama sepekan ke depan.

Diterbitkan 08 Juni 2026, 11:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi mengoperasikan Kereta Luar Biasa (KLB) sebagai bentuk uji coba penambahan frekuensi perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk (peak hour) hari kerja (weekday).

Kebijakan ini mulai diberlakukan sejak Senin, 8 Juni 2026 hingga Jumat, 12 Juni 2026 mendatang guna meningkatkan kenyamanan para pengguna satelit ibu kota.

Dalam skema uji coba ini, penambahan jadwal perjalanan difokuskan pada dua relasi utama menuju pusat kota saat pagi hari. Pada relasi Jatimulya menuju Dukuh Atas BSI, perjalanan tambahan dioperasikan pada pukul 07.14 WIB, tepat di antara jadwal reguler pukul 07.08 WIB dan 07.16 WIB.

Sementara untuk relasi Harjamukti menuju Dukuh Atas BSI, kereta tambahan akan bersiap pada pukul 07.24 WIB, mengisi celah di antara jadwal reguler pukul 07.22 WIB dan 07.30 WIB.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa pengoperasian KLB uji coba ini didasarkan pada hasil evaluasi pola pergerakan pengguna yang menunjukkan adanya lonjakan volume pergerakan masyarakat yang sangat tinggi pada rentang waktu pagi hari.

“Uji coba penambahan frekuensi merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi. KAI melihat adanya peningkatan kepadatan pengguna LRT Jabodebek, terutama pada stasiun-stasiun keberangkatan utama menuju pusat aktivitas di Jakarta,” ujar Radhitya Mardika dalam keterangan tertulisnya, Senin (8/6/2026).

Berdasarkan data operasional internal LRT Jabodebek, penumpukan volume pengguna pada periode hari kerja antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB tercatat mendominasi di sejumlah stasiun penopang.

Stasiun Harjamukti menempati posisi tertinggi dengan rata-rata melayani 6.224 pengguna per hari, diikuti Stasiun Cikunir 1 sebanyak 3.274 pengguna per hari, Stasiun Jatimulya sebanyak 2.786 pengguna per hari, serta Stasiun Jatibening Baru sebanyak 2.638 pengguna per hari.

 

Stasiun Cikoko Jadi Titik Integrasi KRL Commuter Line dan Transjakarta

Selain stasiun keberangkatan, Stasiun Cikoko yang menjadi titik integrasi moda KRL Commuter Line dan Transjakarta juga mencatat beban padat dengan melayani rata-rata 3.432 pengguna per hari pada jam sibuk pagi.

Selama masa pengoperasian KLB uji coba ini, manajemen memastikan LRT Jabodebek tetap melayani para pengguna secara normal. Langkah mengoptimalkan pola operasi perjalanan pada slot waktu padat ini diharapkan dapat mendukung distribusi pengguna menjadi lebih merata di setiap rangkaian, sekaligus mengurangi kepadatan antrean panjang di area peron stasiun.

Ke depan, KAI menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap pola perjalanan dan pergerakan penumpang demi menghadirkan layanan transportasi publik perkotaan yang aman, nyaman, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

  • liputan6
    Lintas Rel Terpadu Jabodetabek atau disingkat menjadi LRT Jabodetabek adalah lintas rel terpadu yang berada di daerah Jabodetabek.
    LRT
  • LRT Jabodetabek