Bisnis Gelap BBM Subsidi di Lampung Terbongkar, Begini Modusnya

Barang bukti yang disita terdiri dari 27.740 liter solar bersubsidi dan 1.153 liter Pertalite.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 06 November 2026, 09:47 WIB
Polda Lampung mengungkap 15 kasus penyelewengan BBM subsidi dengan menetapkan 20 orang sebagai tersangka (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Liputan6.com, Jakarta - Praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Lampung berhasil dibongkar polisi. Dalam kurun waktu Oktober hingga November 2026, Polda Lampung bersama jajaran mengungkap 15 kasus penyelewengan BBM bersubsidi dengan menetapkan 20 orang sebagai tersangka.

Dari pengungkapan tersebut, polisi menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp 2.605.588.624 atau sekitar Rp 2,6 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Lampung Kombes Pol Hery Rusyaman mengungkapkan, pengungkapan belasan kasus tersebut juga disertai penyitaan puluhan ribu liter BBM bersubsidi yang diduga diselewengkan untuk kepentingan tertentu.

"Barang bukti yang berhasil kami amankan terdiri dari 27.740 liter solar bersubsidi dan 1.153 liter Pertalite," ungkap Hery, Jumat (6/11/2026).

Selain BBM, petugas turut menyita 19 unit kendaraan bermotor. Kendaraan tersebut terdiri dari truk, mobil dengan tangki yang telah dimodifikasi, serta sejumlah kendaraan roda empat lainnya.

"Penyidik kami juga masih mendalami dugaan pengiriman BBM subsidi ke luar daerah, termasuk kemungkinan dibawa menuju Sumatera Selatan," bebernya.

Hery menjelaskan, salah satu modus yang ditemukan adalah membeli BBM bersubsidi secara resmi menggunakan barcode atau QR Code. BBM tersebut kemudian dikeluarkan dari tangki kendaraan untuk ditampung dan dijual kembali kepada pihak lain.

Praktik tersebut diduga dilakukan karena adanya selisih harga yang cukup besar antara BBM bersubsidi dan BBM nonsubsidi maupun harga jual untuk kebutuhan industri.

"Karena adanya kesenjangan harga yang cukup jauh, ini menjadi salah satu peluang usaha bagi oknum masyarakat untuk membeli BBM subsidi, kemudian menjualnya kembali demi mendapatkan keuntungan pribadi," jelasnya.

Dalam praktiknya, BBM yang dibeli menggunakan barcode tersebut diduga dikumpulkan oleh sejumlah pihak sebelum didistribusikan kembali.

Polisi masih mendalami pihak yang memesan BBM tersebut, termasuk dugaan keterkaitannya dengan kebutuhan industri di wilayah Palembang, Sumatera Selatan.

 

Ribuan Barcode BBM Diduga Disalahgunakan

Polda Lampung mengungkap 15 kasus penyelewengan BBM subsidi dengan menetapkan 20 orang sebagai tersangka (Liputan6.com/Ardi Munthe)

Menurut Hery, penyalahgunaan barcode juga menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian. Dia menduga sejumlah barcode digunakan berulang kali untuk membeli BBM bersubsidi.

Polda Lampung telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan tersebut.

Bahkan, hampir 9.000 barcode telah diblokir karena diduga digunakan berulang kali.

Hery menyebut penyelewengan BBM bersubsidi tersebut berpotensi mengganggu distribusi dan pasokan bahan bakar yang seharusnya dinikmati masyarakat yang berhak.

Dia pun mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur keuntungan dari selisih harga BBM bersubsidi dan nonsubsidi.

"Jangan sampai karena adanya kesenjangan harga dan keuntungan yang menggiurkan, BBM yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat Lampung justru disalahgunakan oleh oknum untuk kepentingan pribadi," tegasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya