Liputan6.com, Jakarta - SDN Cipayung 4 Depok disatroni maling pada Senin (2/11/2026) dinihari. Sejumlah barang berharga seperti perangkat elektronik hingga uang guru raib digondol maling yang kini dalam pengejaran kepolisian.
Bendahara SDN Cipayung 4, Yeni Sumianti mengatakan, pencurian di SDN Cipayung 4 berawal dari penjaga sekolah yang melihat sejumlah ruangan terbuka. Penjaga sekolah menghubungi guru dan memberitahukan bahwa ruangan guru, tata usaha, dan kepala sekolah dibobol maling.
Advertisement
"Penjaga sekolah menelepon bilang Bu, pintu ruang kepala sekolah, pintu ruang TU sama ruang guru, ada yang bobol, penjaga sekolah nggak berani masuk ke area sekolah, dia melihatnya hanya lewat gerbang. Gerbang pun masih dalam keadaan terkunci," ujar Yeni saat dikonfirmasi Liputan6.com, Selasa (3/11/2026).
Guru dan kepala sekolah berdatangan ke sekolah untuk melihat pembobolan di sejumlah ruangan. Kepala sekolah melakukan pengecekan tanpa menyentuh bagian pintu maupun ruangan yang dibobol maling.
"Pintunya rusak, ada bekas congkelan ruang guru semuanya berantakan. Loker sudah dikeluarkan isinya, laci juga sama, laci guru yang terkunci dibobol semua laci-lacinya," jelas Yeni.
Pencuri mengambil infokus yang berada di ruangan tata usaha, laptop dan uang tunai di ruangan guru. Selain itu, pencuri mengambil mixer atau amplifier yang berada di ruangan perpustakaan.
"Jadi satu laptop, delapan infokus, satu amplifire dan uang tunai Rp 800 ribu yang hilang di curi, kalau total keseluruhan sekitar Rp 60 juta," terang Yeni.
Pencuri turut menutupi CCTV menggunakan tanah dan memutus kabel aliran listrik. Pihak sekolah telah menghubungi kepolisian untuk mengungkap kasus pencurian di SDN Cipayung 4.
"Polisi dari Polsek sampai Polres Metro Depok telah datang, terdapat anjing pelacak turut mencari jejak pencuri," ucap Yeni.
Kabur
Yeni mengungkapkan, berdasarkan hasil penyelidikan menggunakan anjing pelacak, diduga pencuri kabur melewati kebun yang berada di samping sekolah. Menurutnya, kasus pencurian yang terjadi di SDN Cipayung 4 turut mengganggu aktivitas belajar mengajar siswa.
"Sekarang di sekolah kami hanya tinggal satu infokus, itu hanya bisa digunakan satu kelas. Kita ada enam kelas, jadi kekurangan masih lima infokus lagi untuk belajar anak. Sangat-sangat mengganggu sekali," ungkap Yeni.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra Kurniawan menuturkan, Polres Metro Depok sedang menyelidiki pencurian di SDN Cipayung 4. Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara dengan melibatkan anjing pelacak.
"Kami masih melakukan penyelidikan, terdapat delapan ifnokus, satu laptop, satu ampli, dan uang tunai yang hilang di curi," tutur Hendra.
Hendra menambahkan, diduga pencuri memasuki SDN Cipayung 4 dengan cara memanjat tembok pagar sekolah. Pencuri didapati memasuki sejumlah ruangan dengan cara mencongkel pintu, lemari, dan meja guru.
"Kasusnya masih dalam proses penyelidikan ya," pungkas Hendra.