Menko PMK di IYS 2026: Pemuda Harus Jadi Penggerak Kemajuan Bangsa

Sugiono mendorong generasi muda untuk memiliki karakter patriotik dan gigih demi masa depan Indonesia.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 31 Oktober 2026, 10:46 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono dalam acara puncak Indonesian Youth Summit (IYS) 2026. (Foto: Istimewa).

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono mengatakan, masa depan bangsa Indonesia sepenuhnya berada di tangan generasi muda yang memiliki karakter patriotik, gigih, dan berjiwa empati tinggi.

Hal tersebut disampaikannya di hadapan ribuan pemuda-pemudi pilihan dari berbagai penjuru tanah air dalam acara puncak Indonesian Youth Summit (IYS) 2026 yang dihelat untuk menyambut satu abad Sumpah Pemuda di Taman Ismail Marzuki, Kamis (29/10/2026) malam.

Menko PMK Sugiono mengklasifikasikan masyarakat ke dalam tiga kelompok utama dalam pidatonya.

Golongan pertama adalah those who make things happen, yaitu penggerak pembangunan bangsa dan peradaban melalui kemampuan intelektual serta fisik. Golongan kedua adalah those who see things happen yang hanya menjadi pengamat perubahan, serta golongan ketiga, those who ask what happened, yang tidak menyadari atau memahami hal-hal yang sedang berlangsung di sekitarnya.

 

​Melalui interaksi interaktif dengan para peserta IYS 2026, Sugiono mengapresiasi antusiasme generasi muda yang dengan lantang memilih untuk menjadi golongan pertama.

​"Artinya ada harapan, ada optimisme bahwa ke depan negara ini akan menjadi negara besar dan negara maju, karena anak-anak mudanya adalah orang-orang yang make things happen," kata dia dalam keterangannya, Sabtu (31/10/2026).

Sugiono turut mengingatkan kembali momentum sejarah 98 tahun silam, ketika para pemuda dari beragam latar belakang suku, bahasa, dan daerah di Nusantara berani mendeklarasikan diri sebagai satu kesatuan—Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Bahasa Indonesia—jauh sebelum kemerdekaan diproklamirkan.

​Menurutnya, sejarah tersebut membuktikan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia bukanlah sebuah kelemahan, melainkan sebuah modal, akhlak, dan kekuatan besar. Ia menganalogikan bangsa Indonesia seperti sebuah taman bunga yang akan tampak indah karena memiliki beraneka ragam jenis dan warna bunga di dalamnya.

​Di tengah situasi global yang penuh dengan persaingan ketat, kompetisi antarnegara, serta disrupsi teknologi informasi, tantangan yang dihadapi oleh generasi muda masa kini dinilai semakin kompleks.

Kendati demikian, Sugiono meyakini bahwa kunci utama eksistensi bangsa besar terletak pada ketangguhan, kegigihan, serta rasa cinta tanah air (patriotisme) yang mengakar kuat pada diri setiap pemuda.

​"Tidak ada negara besar yang eksis dan survive jika pemuda-pemudinya tidak memiliki rasa patriotisme yang tinggi dan tidak mencintai bangsanya," kata dia.

 

Taufik Hidayat Bukti Nyata

​Sebagai bentuk motivasi nyata, Sugiono turut menyinggung sosok Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, Taufik Hidayat, yang hadir dalam acara tersebut.

Ia menyebut sang legenda bulu tangkis dunia itu sebagai contoh nyata figur anak muda yang sukses menorehkan prestasi gemilang berkat kegigihan, kerja keras, dan kecintaannya pada Indonesia.

​Menutup sambutannya, Sugiono berpesan kepada seluruh generasi muda Indonesia agar senantiasa memperluas wawasan melalui budaya membaca dan mendengarkan, serta tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan untuk terus berbuat yang terbaik bagi kemajuan bangsa.

​"Seringkali kita menganggap kemerdekaan sebagai sesuatu yang biasa saja, padahal di balik itu ada perjuangan luar biasa dari para generasi pembebas. Harapan bangsa ini ada di pundak kalian semua," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya