Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Sosial (Kemensos) akan menindaklanjuti usulan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, dengan memastikan kesiapan lahan dan kelengkapan administrasi yang diajukan pemerintah daerah.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menyatakan akan mengawal proses tersebut saat menerima audiensi Bupati HSU H. Sahrujani beserta jajaran di Kantor Kemensos, Kamis (22/10/2026).
Advertisement
“Prinsipnya, Pak Bupati, ini akan saya kawal,” ujar Agus Jabo.
Agus Jabo meminta jajaran terkait menelusuri status usulan HSU dan memastikan seluruh persyaratan administrasi terpenuhi. Ia juga menginstruksikan koordinasi langsung dengan Dinas Sosial Kabupaten HSU agar kekurangan dokumen maupun kebutuhan teknis dapat segera ditindaklanjuti.
“Kalau kemudian syarat-syarat kelengkapan administrasinya sudah selesai, ya tetap masuk,” katanya.
Ia menjelaskan, pembangunan Sekolah Rakyat dilaksanakan secara bertahap. Daerah yang telah memiliki sekolah rintisan menjadi prioritas, sedangkan daerah yang belum memilikinya tetap dapat dipertimbangkan dengan memperhatikan kondisi dan kebutuhan setempat, termasuk persoalan kemiskinan.
Dalam audiensi tersebut, Agus Jabo turut memeriksa kesiapan sumber air, listrik, kondisi lahan, dan akses jalan menuju lokasi yang diusulkan. Menurutnya, jalan menuju lokasi sekolah harus memadai untuk mendukung mobilisasi peralatan selama proses pembangunan.
“Jalan yang masuk ke titik sekolahan harus besar, Pak, karena nanti alat-alat berat akan masuk,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Sahrujani menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan bekas lapangan golf seluas sekitar 22 hektare. Ia juga memastikan sertifikat tanah telah disatukan dan dokumen pendukung usulan telah dilengkapi.
“Lahan saya ini, Pak, ada 22 hektare. Sudah saya lengkapi semua, Pak,” ujar Sahrujani.
Lokasi yang diusulkan berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat kota. Kebutuhan air dan listrik disebut telah tersedia, sementara pemerintah daerah menyiapkan pembangunan jalan akses sepanjang sekitar 300 meter menuju lokasi sekolah.
Pemkab HSU juga mengalokasikan anggaran pendukung untuk persiapan pembangunan, termasuk pemenuhan dokumen lingkungan, analisis dampak lalu lintas, dan pembangunan jalan akses.
Sahrujani mengatakan, usulan pembangunan Sekolah Rakyat telah diperjuangkan sejak 2025. Audiensi dengan Kemensos menjadi bagian dari upaya melanjutkan koordinasi agar kesiapan daerah tersebut dapat segera ditindaklanjuti.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat menjawab kebutuhan masyarakat HSU. Menurutnya, kondisi geografis daerah yang didominasi kawasan rawa, keterbatasan sumber daya alam, serta ketergantungan masyarakat pada sektor pertanian menjadi sejumlah tantangan yang dihadapi wilayah tersebut.
“Saya ingin agar ini bisa diwujudkan,” harap Sahrujani.
Agus Jabo kembali menekankan pentingnya komunikasi aktif antara pemerintah daerah dan jajaran Kemensos. Ia meminta Pemkab HSU terus memantau perkembangan usulan serta berkoordinasi mengenai persyaratan yang masih perlu dilengkapi.
Dalam audiensi tersebut, Sahrujani didampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten HSU Surya Supi dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kabupaten HSU Agus Wahyudi.