Cerita Warga di Tengah Kepungan Asap Kebakaran Hutan

Kabut asap membuat warga lebih waspada saat beraktivitas sehari-hari.

oleh Immanuel ChristianDiterbitkan 13 Oktober 2026, 20:01 WIB
Seorang ibu bersama anaknya yang mengenakan masker melihat kondisi sekitar dari atas jembatan di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, Senin (12/10/2026) (Reina/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mengganggu aktivitas warga. Kondisi tersebut membuat warga membatasi kegiatan di luar rumah, mengkhawatirkan kesehatan anak, serta menghadapi tantangan keselamatan kerja dan keterbatasan air bersih.

Hiero (35), warga Samarinda, mengatakan kabut asap membuatnya lebih waspada saat beraktivitas sehari-hari, terutama karena ia memiliki anak berusia 3 tahun yang rentan terdampak paparan asap.

“Kabut asap yang menurunkan kualitas udara sangat mengganggu aktivitas harian saya. Saya semakin waspada dan membatasi aktivitas di luar rumah,” kata Hiero saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (13/10/2026).

“Saya harus lebih ekstra mengawasi kesehatan anak saya yang masih berusia 3 tahun akibat paparan asap karhutla,” ujarnya.

Hiero berharap Pemerintah Kota Samarinda dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meningkatkan upaya pemadaman agar kabut asap tidak terus mengganggu kehidupan warga.

Sementara itu, Rosa (32), warga Samarinda yang bekerja di sektor jual beli alat berat, mengatakan kabut asap turut menimbulkan tantangan di lingkungan kerjanya.

“Kabut asap ini tentu memengaruhi standar K3 di lingkungan kerja saya,” kata Rosa.

Selain menghadapi kabut asap, Rosa menyoroti kesulitan lain di tengah kondisi Sungai Mahakam yang mengalami intrusi air laut.

“Selain kondisi kabut asap yang semakin tebal, warga Samarinda juga dihadapkan dengan sulitnya memperoleh air bersih,” ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya