Kronologi Dosen Ditemukan Tewas di Rumah, ART Menghilang

Saat ini, aparat tengah memburu sosok terdekat korban yang mendadak raib.

oleh Fira SyahrinDiterbitkan 02 Oktober 2026, 19:25 WIB
Penemuan jasad seorang akademisi bernama Petrus Pallangan (74) mengejutkan warga Kampung Bakti, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Penemuan jasad seorang akademisi bernama Petrus Pallangan (74) mengejutkan warga Kampung Bakti, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi. Pria itu didapati sudah tak bernyawa dalam kondisi memprihatinkan, disertai dugaan pencurian oleh pekerja rumah tangganya sendiri.

Kecurigaan bermula saat putrinya, Devi Aprilianti, kehilangan kontak dengan ayahnya sejak pertengahan September 2026. Devi yang panik akhirnya mengajak pengurus lingkungan setempat untuk memeriksa kediaman ayahnya pada akhir pekan lalu.

Ketua RT kawasan tersebut, Abdul Salam, membenarkan bahwa pihak keluarga datang meminta pendampingan karena kesulitan mengakses rumah korban.

"Putri almarhum awalnya melapor ke saya karena cemas ayahnya hilang kontak. Saat kami cek bersama, kediaman tersebut terkunci rapat dari luar," terang Abdul, dikonfirmasi Jumat (2/10/2026).

Aroma tidak sedap sebenarnya sudah tercium di sekitar lokasi sejak beberapa hari sebelumnya. Namun, masyarakat tidak menaruh curiga.

"Pengemudi ojek pangkalan dan warga memang sempat mengeluhkan aroma menyengat. Awalnya kami mengira itu hanya bau bangkai binatang liar," tutur dia.

Pintu akhirnya berhasil dibuka setelah keluarga mendatangkan ahli kunci. Di ruang tengah, korban terbaring kaku dengan tubuh menghitam, namun anehnya tertutup selimut yang dirapikan hingga sebatas dada.

 

Kejanggalan

Kejanggalan makin menguat tatkala asisten rumah tangga yang baru bekerja selama empat bulan menghilang tanpa jejak, diduga membawa kabur sejumlah barang milik korban.

"Berdasarkan pengecekan keluarga, pekerja tersebut diduga membawa kabur telepon genggam, dua unit mesin pendingin ruangan (AC), serta kartu ATM," kata dia.

Pihak kepolisian membenarkan korban merupakan tenaga pengajar di perguruan tinggi. Saat ini, aparat tengah memburu sosok terdekat korban yang mendadak raib.

"Penyidik tengah memeriksa intensif sejumlah pihak, khususnya orang terdekat korban. Kami terus mengumpulkan bukti untuk memperkuat dugaan tindak pidana," ungkap Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya