Liputan6.com, Jakarta - Jenderal Suyudi Ario Seto menceritakan soal penunjukannya menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Suyudi mengaku dirinya baru dihubungi oleh pihak Istana untuk mengikuti fit and proper test sebagai calon Kapolri usulan Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (1/10/2026) pagi.
Advertisement
"Oh belum, belum. Jadi kalau itu, kami baru mendapatkan informasi tadi pagi," kata Suyudi kepada wartawan usai dilantik Prabowo menjadi Kapolri di Istana Negara Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Dia pun langsung mempersiapkan bahan untuk mengikuti fit and proper test sebagai calon Kapolri di DPR pada Kamis siang. Kendati waktunya terbatas, Suyudi siap menyampaikan konsep pemikirannya terkait kepolisian kepada DPR RI.
"Sehingga kami langsung mempersiapkan diri untuk melaksanakan ya paparan proper test. Ya kami sudah punya konsep-konsep ya, ya tentunya tadi dengan waktu yang terbatas kami matangkan kembali," ujarnya.
Di sisi lain, Suyudi menyampaikan terima kasih kepada Listyo Sigit Prabowo yang telah membimbing dan memberikan banyak hal sehingga dapat menjadi Kapolri. Dia siap melakukan konsolidasi secara internal untuk menentukan hal-hal yang perlu diperbaiki dan dilanjutkan di instansi kepolisian.
"Kami juga tentunya akan melakukan langkah-langkah apa yang telah dilakukan oleh pimpinan sebelumnya, kami akan melihat hal-hal yang mungkin masih bisa ditindaklanjuti dan yang masih perlu diperbaiki kita akan perbaiki," tutur Suyudi.
Jejak Karier
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (1/10/2026).
Sebelum menduduki posisi tersebut, Suyudi memiliki pengalaman panjang di bidang reserse dan penyidikan hingga sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri.
Suyudi merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Ia lahir di Jakarta pada 14 Juli 1973. Kariernya di kepolisian banyak berkaitan dengan bidang reserse, baik di tingkat kewilayahan maupun di Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
Suyudi mengawali kariernya di Polda Metro Jaya sebagai Kanit II Resmob. Ia kemudian dipercaya menduduki sejumlah posisi, di antaranya Kapolsek Metro Pasar Minggu, Kapolsek Metro Tanah Abang, Kapolsek Metro Penjaringan, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Kota, serta Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat.
Karier Suyudi kemudian berlanjut di Bareskrim Polri. Ia pernah menjabat Kanit Resmob Bareskrim Polri, Wadirtipideksus Bareskrim Polri, hingga Wadirtipidsiber Bareskrim Polri.
Di tingkat kewilayahan, Suyudi dipercaya menjadi Kapolres Majalengka, Kapolres Bogor, Kapolresta Bogor Kota, dan Kapolres Metro Jakarta Pusat. Setelah itu, ia menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sebelum dipercaya menjadi Wakapolda Metro Jaya pada 2023.
Pada Juni 2024, Suyudi mendapat penugasan sebagai Kapolda Banten. Setahun kemudian, tepatnya 25 Agustus 2025, Presiden Prabowo melantiknya sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Pol Marthinus Hukom.
Setelah menjabat Kepala BNN, Suyudi mendapat kenaikan pangkat menjadi Komjen Pol pada September 2025. Selama memimpin BNN, ia terlibat dalam pemberantasan peredaran narkotika lintas negara serta koordinasi dengan sejumlah lembaga.
Di bawah kepemimpinannya, BNN antara lain mengungkap jaringan penyelundupan narkotika internasional, termasuk kasus penyelundupan 2 ton sabu yang dikaitkan dengan jaringan Golden Triangle.
Selain perjalanan karier di kepolisian dan BNN, Suyudi juga memperoleh gelar Doktor Kehormatan (Doctor Honoris Causa) bidang Ilmu Hukum dari Universitas Tarumanagara pada Januari 2026.
BNN menyebut gelar tersebut diberikan atas kontribusi dan pengabdian Suyudi dalam pengembangan serta penegakan hukum, khususnya berkaitan dengan kebijakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).