Mendagri Minta Pemda Siaga Hadapi Sebaran Abu Anak Krakatau

Mendagri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah di wilayah terdampak memantau sebaran abu vulkanik dan menyesuaikan layanan transportasi serta pendidikan dengan kondisi di lapangan.

oleh Luqman RimadiDiterbitkan 06 September 2026, 19:24 WIB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian dalam konferensi pers Menjaga Keberlangsungan Layanan Pemerintah dan Pendidikan di Wilayah Terdampak Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau secara daring. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah di wilayah terdampak sebaran abu erupsi Gunung Anak Krakatau meningkatkan kewaspadaan dan menyesuaikan layanan publik dengan kondisi masing-masing daerah.

Tito mengatakan sebaran abu vulkanik telah berdampak pada sejumlah wilayah, termasuk sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Lampung, dan Sumatera Selatan. Pemerintah daerah diminta terus memantau perkembangan situasi dan menyiapkan langkah respons jika dampak erupsi meningkat.

“Beberapa daerah memang sudah menyampaikan mengenai [kondisi] tingkat provinsi kepada kabupaten/kota masing-masing untuk meningkatkan kewaspadaan. Meskipun tentu kita hindari kepanikan masyarakat, jangan sampai masyarakat menjadi panik,” ujar Tito dalam konferensi pers Menjaga Keberlangsungan Layanan Pemerintah dan Pendidikan di Wilayah Terdampak Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau secara daring dari Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Menurut Tito, penyesuaian juga perlu dilakukan pada layanan transportasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, baik transportasi darat, laut, sungai, maupun danau.

Jika kondisi di lapangan menunjukkan peningkatan risiko, pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah berdasarkan informasi resmi pemerintah.

“Untuk mendukung sistem transportasi, jangan sampai nanti membahayakan masyarakat. Tapi sekali lagi, situasinya masih sangat situasional, masih sangat tergantung dengan situasi masing-masing,” tegasnya.

 

Pembelajaran Disesuaikan Kondisi

Aktivitas Gunung Anak Krakatau dari udara yang terus mengalami erupsi, Minggu (23/12). Tsunami yang menerjang wilayah Selat Sunda, Pandeglang, Serang, dan Lampung Selatan merusak ratusan bangunan dan kapal. (Liputan6.com/Pool/Susi Air)

Tito mengatakan kegiatan belajar mengajar juga perlu menyesuaikan kondisi di masing-masing daerah.

Jika situasi masih memungkinkan, pembelajaran dapat tetap berlangsung, terutama di dalam kelas, sembari memantau potensi peningkatan aktivitas maupun sebaran abu vulkanik.

Sementara itu, kegiatan pembelajaran di luar ruangan perlu disesuaikan dengan perkembangan situasi.

“Kita berharap tidak terjadi eskalasi artinya situasi memburuk,” jelasnya.

Selain layanan publik, Tito mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan, khususnya saluran pernapasan dan mata. Pemda juga diminta membagikan masker kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Masyarakat juga diimbau tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah sesuai rekomendasi keselamatan yang berlaku.

Tito meminta masyarakat mengikuti perkembangan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta otoritas terkait.

Dia juga mengingatkan masyarakat tidak mudah mempercayai informasi yang berasal dari sumber yang tidak jelas.

Konferensi pers tersebut turut dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya