KAI Sulap Akses Karet-BNI City, Ada Travelator hingga Selasar

Dalam penanganan integrasi kedua stasiun ini, KAI memerlukan waktu yang cukup panjang dan bertahap.

oleh Tisha Maulida FazriahDiterbitkan 06 September 2026, 07:05 WIB
Calon penumpang berjalan di selasar pedestrian yang menghubungkan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City di Jakarta, Kamis (3/9/2026). KAI membangun travelator sebagai bagian dari integrasi kedua stasiun yang ditargetkan rampung dalam 70 hari. (KLY/Budy Santoso)

Liputan6.com, Jakarta - PT. Kereta Api Indonesia tengah melakukan proyek integrasi fisik kawasan transportasi dan antarmoda bagi Stasiun Karet-BNI City, setelah dua tahun pengkajian.

Vice President Corporate Communication Anne Purba mengatakan dalam penanganan integrasi kedua stasiun ini, KAI memerlukan waktu yang cukup panjang dan bertahap.

“Penyelesaian pengembangan ini akan kami lakukan secara bertahap, mungkin waktunya bisa diperkirakan sekitar satu sampai tujuh bulan ke depan sampai fasilitas layanan antarmoda Karet-BNI City rampung,” ucap Anne kepada media di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Permudah Pejalan Kaki

Menurut Anne, perlu adanya kemudahan bagi para pejalan kaki dari arah Karet menuju stasiun BNI City, mengingat jarak antara kedua stasiun ini cukup berdekatan.

“Jika kita lihat benchmark keduanya itu ‘kan sekitar 500 sampai 900 meter. Jadi, di dalam pelayanannya, kita akan menyiapkan travelator yang datar dan juga yang naik untuk sisi stasiun Karetnya,” ujar Corcom KAI itu.

Anne pun menambahkan, dari sisi kendalnya pihak KAI akan menyiapkan pedestrian berupa kanopi selasar dan eskalator akses.

Upaya Cegah Kemacetan

Anne mengungkapkan, ada prediksi kemacetan apabila integrasi stasiun Karet-BNI City tidak segera dibenahi. Dirinya menyebut, pihak KAI akan mengoptimalkan pembenahan lebih lanjut.

“Jadi, stasiun Karet nantinya akan kami fasilitasi area drop zone dan penataan area pejalan kaki,” ungkap Anne.

Anne menegaskan pengembangan ini dilakukan guna menyatukan akses naik-turun bagi pelanggan peron ke BNI City. Sehingga pelayanan stasiun Karet ini nantinya akan tetap menjadi pintu akses bagi penumpang Commuter Line maupun Commuter Bandara.

“Intinya saya sampaikan kembali, stasiun Karet ini tetap aktif melayani jalur KRL. Jadi, saya menolak si Karet ditutup. Karena stasiun non-aktif pun itu masih terdaftar teman-teman di asetnya KAI,” tandas Anne.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya