Kemenimipas Salurkan 20 Ton Bantuan, Janji Bangun Kembali Rutan Ruteng

Bantuan tersebut berasal dari donasi seluruh jajaran Kemenimipas

oleh SupriatinDiterbitkan 05 September 2026, 07:41 WIB
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa Flores di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Bantuan tersebut juga menyasar pegawai dan warga binaan di Rutan Kelas IIB Ruteng yang terdampak gempa 15 Agustus 2026.

Bantuan diserahkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi yang mewakili Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto di Rutan Kelas IIB Ruteng, Kamis (3/9).

Bantuan tersebut berasal dari donasi seluruh jajaran Kemenimipas. Isi bantuan yang disalurkan meliputi 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, 1.000 dus mi instan, obat-obatan, dan multivitamin.

Dukungan juga diberikan oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenimipas serta Persatuan Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS).

Mashudi mengatakan pemantauan terhadap kondisi masyarakat dan jajaran yang terdampak akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera ditindaklanjuti.

“Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera ditindaklanjuti secara tepat dan terkoordinasi. Kami ingin memastikan jajaran, warga Binaan, dan masyarakat yang terdampak bencana tidak sendiri dalam menghadapi kondisi ini,” ujar Mashudi melalui keterangan tertulis, Sabtu (5/9/2026).

Tinjau Rutan Ruteng yang Rusak

Selain menyerahkan bantuan, Mashudi bersama jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (Kanwil Ditjenpas NTT) meninjau langsung kondisi Rutan Kelas IIB Ruteng.

Gempa pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan di sejumlah bagian bangunan rutan. Ditjenpas sebelumnya telah menurunkan tim untuk melakukan asistensi dan penilaian tingkat kerusakan.

Berdasarkan penilaian awal, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan pembangunan kembali.

Hasil penilaian tersebut akan ditindaklanjuti dengan penyusunan kebutuhan penanganan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Mashudi juga meminta Direktorat Sarana, Prasarana, dan Pelayanan Pemasyarakatan (SSPP) segera menindaklanjuti kebutuhan sarana dan prasarana Rutan Ruteng.

Di tengah kondisi tersebut, Mashudi memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan tetap berjalan sesuai standar pelayanan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Termasuk di antaranya pemberian remisi yang akan diupayakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Kanwil Ditjenpas NTT Decky Nurmansyah mengatakan jajarannya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan Rutan Ruteng.

“Kondisi Rutan Ruteng membutuhkan dukungan dan tindak lanjut, terutama pada bagian bangunan yang terdampak gempa. Kami akan terus berkoordinasi dan menyampaikan kondisi di lapangan agar penanganannya dapat segera dilakukan,” ujar Decky.

Tinjau Lahan di Labuan Bajo

Pada hari yang sama, Mashudi turut meninjau lahan milik Kemenimipas di Labuan Bajo seluas sekitar 3,3 hektare. Lahan tersebut telah dialihkan kepada Kemenimipas dan kini dalam proses penyesuaian administrasi serta status pertanahan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kepada Kemenimipas.

Mashudi meminta proses administrasi aset tersebut terus dikawal hingga tuntas sesuai ketentuan.

Melalui penyaluran bantuan dan peninjauan langsung, Kemenimipas memastikan masyarakat, pegawai, dan warga binaan yang terdampak gempa Flores tetap mendapat dukungan selama proses pemulihan.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya