Prabowo Buka Jalan bagi Pengusaha Rusia Masuk Indonesia

Prabowo Subianto mengajak pengusaha Rusia berinvestasi dan membangun industri di Indonesia saat Forum Ekonomi Timur di Vladivostok.

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 03 September 2026, 19:14 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato sebagai tamu kehormatan dalam Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026) (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang para pengusaha asal Rusia untuk berinvestasi dan berkolaborasi dalam pembangunan industri di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat menghadiri Forum Ekonomi Timur (EEF) ke-11 yang berlangsung di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia, pada Kamis (3/9/2026).

Dalam forum yang dihadiri oleh kepala negara, pejabat tinggi, dan pelaku usaha, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan Rusia. Dia menekankan bahwa kerja sama ini tidak hanya terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup investasi, produksi bersama, dan pembangunan industri yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara.

"Datanglah ke Indonesia. Bekerjalah bersama kami. Berproduksilah bersama kami. Mari kita membangun industri bersama. Mari kita menciptakan nilai bersama," kata Prabowo.

Ia juga memperkenalkan posisi strategis Indonesia sebagai pintu masuk ke pasar yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara dan Indo-Pasifik.

Menurut Prabowo, pembangunan industri bersama di Indonesia akan memberikan peluang bagi pengusaha Rusia untuk tidak hanya menjangkau konsumen di Indonesia, tetapi juga memperluas pasar ke negara-negara di kawasan.

"Dan dari Indonesia, mari kita bersama-sama menjangkau pasar ASEAN dan Indo-Pasifik yang lebih luas," ujarnya.

 

Peran Danantara dalam Kerja Sama Investasi

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memperkenalkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) sebagai salah satu instrumen yang dapat memperkuat hubungan investasi antara Indonesia dan Rusia.

Ia menjelaskan bahwa Danantara merupakan sovereign wealth fund dengan aset kelolaan mencapai USD 1 triliun, yang diharapkan dapat menjadi jembatan untuk menyatukan kepentingan strategis dan modal dari kedua negara.

"Danantara dapat menjadi jembatan tempat pasar modal serta tujuan strategis Rusia dan Indonesia bertemu," jelas Prabowo.

Ia juga menyoroti pentingnya kerja sama antara Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF), dengan harapan hubungan kedua lembaga investasi ini dapat berkembang dari sekadar identifikasi peluang menjadi pembiayaan proyek-proyek konkret yang layak secara finansial.

Prabowo menekankan bahwa kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Rusia harus menghasilkan proyek nyata yang dapat diukur dan dipertanggungjawabkan. Ia menegaskan bahwa setiap kesepakatan yang dicapai tidak cukup hanya dengan penandatanganan atau pernyataan kerja sama, tetapi harus mencakup kejelasan mengenai nilai investasi, sumber pembiayaan, target, dan tahapan realisasinya.

"Setiap kesepakatan yang diumumkan harus menyebutkan nilainya, skema pembiayaannya, serta tahapan pelaksanaannya," pungkas Prabowo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya