Alasan PKS Fokus Dekati Anak Muda

PKS harus terus melahirkan generasi muda yang memiliki karakter, kapasitas, dan kemampuan membaca tantangan zaman.

oleh Jonathan Pandapotan PurbaDiterbitkan 31 Agustus 2026, 09:03 WIB
Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Almuzzammil Yusuf (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Almuzzammil Yusuf mengajak anak muda PKS menjadi penggerak perubahan sekaligus membangun kedekatan dengan generasi muda di tengah perubahan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Almuzzammil saat membuka Training for Youth Facilitator (TYF) yang digelar Bidang Kepemudaan DPP PKS, Minggu (30/8/2026). Kegiatan ini diikuti peserta dari berbagai daerah di Indonesia.

Almuzzammil mengatakan pemuda selalu memiliki posisi penting dalam setiap perubahan. Karena itu, PKS perlu terus melahirkan generasi muda yang memiliki karakter, kapasitas, dan kemampuan membaca tantangan zaman.

“Pemuda menjadi fokus kita karena pemuda dari masa ke masa, zaman ke zaman selalu menjadi ujung tombak perubahan,” ujar dia.

Almuzzammil mencontohkan peran generasi muda dalam sejarah Islam maupun perjalanan bangsa Indonesia. Menurutnya, banyak sahabat Rasulullah SAW yang dijanjikan surga telah berkontribusi sejak usia muda.

Semangat yang sama juga terlihat dalam peristiwa Sumpah Pemuda yang menjadi salah satu tonggak perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

“Kita ingin mewarisi perjuangan mereka, munculkan anak-anak muda dari PKS. Pemuda yang sesuai dengan semangat konstitusi kita Pasal 31 ayat 3, orang-orang yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan mencerdaskan,” jelasnya.

Almuzzammil menilai generasi muda saat ini juga menghadapi tantangan yang berbeda, terutama di era digital. Setiap orang kini memiliki ruang untuk menjadi influencer dan turut membentuk opini publik.

Karena itu, menurutnya, dibutuhkan fasilitator yang tidak hanya mampu mendampingi, tetapi juga membuka ruang ekspresi, membangun rasa nyaman, dan memberikan apresiasi kepada anak muda.

“Para fasilitator ini harus mampu menumbuhkan para pemuda menjadi taman seribu bunga yang menyumbangkan keindahan warna aslinya dan kita jadikan satu akumulasi kebaikan dalam kolektif jenius,” ungkap Almuzzammil.

 

Kaderisasi

Sejalan dengan itu, Ketua DPP PKS Bidang Kepemudaan Aang Kunaifi mengatakan TYF dirancang untuk memperbanyak fasilitator muda yang mampu menjadi pendamping, sahabat, dan teman bagi anak muda, khususnya yang berada di sekitar basis sosial PKS.

“Yang ingin kita capai adalah menghasilkan sebanyak mungkin para fasilitator muda yang bertugas untuk menjadi pendamping, menjadi sahabat, menjadi teman bagi basis sosial PKS, terutama dari segmen anak muda,” ujar Aang.

Aang menjelaskan proses kaderisasi dan regenerasi memiliki dua kata kunci, yakni rekrutmen dan retensi. Mengajak anak muda untuk berkumpul bersama PKS, menurutnya, baru merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan mereka merasa nyaman, mendapatkan ruang untuk berkembang, dan tetap aktif.

“Semakin banyak orang bersama kita dan semakin banyak orang yang ingin menjadi bagian dari kita, maka semakin banyak pula fasilitator yang kita butuhkan,” ungkapnya.

Karena itu, Aang berharap TYF dapat menjadi pemantik bagi DPW PKS di seluruh Indonesia untuk menyelenggarakan pelatihan serupa secara luring. Dengan demikian, ekosistem fasilitator muda dapat semakin luas dan mampu menjangkau lebih banyak generasi muda.

Melalui TYF, PKS ingin memastikan kedekatan dengan anak muda tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui pendampingan yang konsisten dan ruang aktualisasi yang terbuka.

Mengakhiri sambutannya, Almuzzammil menyampaikan semangat kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai bagian dari ikhtiar melahirkan generasi muda penggerak perubahan.

“Selamat mengikuti Training for Youth Facilitator. Semoga Allah memberkahi ikhtiar kita semua,” tutup Almuzzammil.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya