Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi V DPR Fraksi PDI Perjuangan, Sofwan Dedy Ardyanto, merespons rencana pemerintah dalam percepatan transisi dari kendaraan bermotor roda dua berbahan bakar fosil atau bensin ke ekosistem motor listrik. Menurut dia, hal itu sebaiknya didukung dengan perencanaan yang matang.
“Setiap perubahan yang tidak didukung dengan perencanaan yang matang dan bersifat antisipatif terhadap dampak turunannya, justru berpotensi menimbulkan masalah baru,” kata Sofwan seperti dikutip, Rabu (19/8/2026).
Advertisement
Ia menyebut, percepatan transisi dari kendaraan BBM ke sepeda motor listrik memiliki konsekuensi dan proses adaptasi yang tidak sederhana.
“Yang jelas, ekosistem otomotif akan ikut berubah mulai dari perbengkelan, mekanik, suku cadang, hingga para pengemudi ojol, yang semuanya itu harus beradaptasi,” ujar Sofwan.
Sofwan menyinggung beban biaya transisi yang harus ditanggung para pengemudi ojol dan perlu dihitung dengan cermat saat transisi energi. Termasuk, kesiapan infrastruktur dan daya listrik, khususnya di luar Jawa dan wilayah 3T.
"Sudah dibuat rencana aksinya atau belum? infrastruktur pengisian daya kendaraan/motor listrik harus merata hingga ke daerah 3T, terutama di luar pulau Jawa,” catat Sofwan.
Intinya, Sofwan menuturkan regulasi yang akan dibuat harus disusun berdasarkan peta jalan infrastruktur EV (electric vehicle) yang terukur dan tahapan implementasi yang jelas.
Termasuk di antaranya, pemerataan infrastruktur penunjang seperti Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) melalui percepatan penugasan ke PLN dan kemitraan swasta.
“Sistem swap baterai dinilai paling efisien bagi pengguna sepeda motor dibanding pengisian daya konvensional yang memakan waktu lama,” tutup Sofwan.
Prabowo Resmikan Motor Listrik Nasional dan Ekosistemnya
Presiden Prabowo Subianto meresmikan Motor Listrik Nasional (Molinas) beserta ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
Prabowo menekankan pentingnya peresmian Molinas dan ekosistemnya. Ia menyampaikan apresiasi kepada perusahaan swasta, wiraswasta, BUMN, dan kalangan akademis yang terlibat dalam pengembangan motor listrik nasional tersebut.
Peresmian dilakukan dengan penekanan tombol sirine di lokasi acara.
"Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, hari Kamis 13 Agustus 2026, dengan rahmat Tuhan yang maha besar, secara resmi saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia, meluncurkan motor listrik nasional perserta ekosistem pendukung," kata Prabowo.
Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti kuatnya kerja bersama lintas sektor dalam pengembangan Molinas.
"Hari ini adalah, menurut pendapat saya, salah satu contoh yang baik dari apa yang saya sebut Indonesia Incorporated," tutur Prabowo.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada perusahaan-perusahaan swasta, wiraswasta, BUMN, dan dunia akademis yang berkontribusi pada tahap pengembangan ekosistem motor listrik nasional.
Di sela acara, Presiden meninjau lini produksi motor listrik nasional pada beberapa entitas, mulai dari PT Len Industri, ALVA, Gesits, hingga Mind ID.