Transjakarta Bakal Kelola Transportasi ke Kepulauan Seribu, Tarif Lebih Murah

Gubernur DKI Pramono Anung memindahkan pengelolaan transportasi Jakarta–Kepulauan Seribu ke Transjakarta.

oleh Winda NelfiraDiterbitkan 10 Agustus 2026, 17:16 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Rusun Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (26/3/2025). (Dok Pemprov DKI) 

Liputan6.com, Jakarta - Transportasi dari Jakarta daratan menuju Kepulauan Seribu akan dialihkan pengelolaannya ke PT Transportasi Jakarta (Transjakarta). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan langkah ini agar tarif perjalanan lebih murah.

Selama ini layanan tersebut berada di bawah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, dengan sebagian layanan dijalankan pelaku transportasi setempat yang mayoritas merupakan warga Kepulauan Seribu. Pemprov menilai pola tersebut tidak efisien.

Pemerintah provinsi akan mengacu pada tata kelola transportasi yang diterapkan di wilayah daratan Jakarta. Keputusan ini disampaikan Pramono saat kunjungan kerja di Jakarta Utara.

Efisiensi Jadi Alasan

Pramono menjelaskan evaluasi Pemprov menemukan pengelolaan yang berjalan dinilai tidak efisien. Karena itu, kapasitas dan standar operasional Transjakarta di wilayah daratan dijadikan rujukan untuk layanan ke Kepulauan Seribu.

“Kami melihat ini menjadi sangat tidak efisien karena pengalaman yang ada di Jakarta sendiri, di perkotaan maksudnya, di lima wilayah yang ada, performa dari Transjakarta sekarang ini cukup sangat baik, mengelola kurang lebih hampir 10.000 bus, lebih bahkan,” kata Pramono di Rorotan, Jakarta Utara, Senin (10/8/2026).

Ia menyebut kepercayaan publik terhadap Transjakarta terus meningkat. Menurutnya, penggunaan layanan pada bulan sebelumnya naik 14,99 persen.

“Ini menunjukkan bahwa masyarakat Jakarta sekarang memberikan kepercayaan kepada Transjakarta,” ujarnya.

Tarif Ditarget Lebih Murah, Regulasi Disiapkan

“Akhirnya saya memutuskan untuk mengelola transportasi dari, katakanlah Jakarta daratan, ke Kepulauan Seribu, itu akan dikelola oleh Transjakarta,” kata Pramono.

Meski keputusan sudah diambil, mekanisme pengalihan disebut belum final. Pemprov DKI masih mematangkan skema layanan, termasuk penetapan tarif.

“Nanti mekanismenya sedang dimatangkan karena harus merubah Perda, Pergub, dan nanti berapa tarifnya, yang pasti tarifnya akan lebih murah kalau dikelola secara profesional seperti apa yang dilakukan saat ini di Transjakarta,” ujar Pramono.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya