Anggota DPR Soroti Rentetan Kecelakaan Kapal, Desak Evaluasi Total

Pemerintah harus memperketat pengawasan dan memastikan seluruh aturan keselamatan dijalankan tanpa kompromi agar tragedi serupa tidak terus terulang.

oleh Jonathan Pandapotan PurbaDiterbitkan 04 Agustus 2026, 16:55 WIB
KMP Mutiara Sentosa 2 (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Komisi V DPR Fraksi PDI Perjuangan, Edi Purwanto, menyoroti kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan Madura. Dia meminta pemerintah menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum evaluasi besar-besaran terhadap sistem keselamatan transportasi di Indonesia.

"Saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah ini. Semoga seluruh korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, dan korban yang masih dalam pencarian segera ditemukan," ujar Edi, Selasa (4/8/2026).

Edi mengapresiasi kerja keras Basarnas, TNI AL, Polri, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta seluruh unsur yang terlibat dalam proses evakuasi.

Menurutnya, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama sehingga seluruh sumber daya harus dimaksimalkan hingga operasi pencarian selesai.

Edi meyakini insiden tersebut bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri.

Dia mencatat, dalam beberapa tahun terakhir Indonesia berulang kali dihadapkan pada kecelakaan transportasi laut, mulai dari tenggelamnya KMP Yunicee pada 2021, KM Ladang Pertiwi 02 dan kebakaran KM Express Cantika 77 pada 2022, tenggelamnya KM Putri Sakinah, kebakaran KM Barcelona V, tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya pada 2025, hingga tenggelamnya KM Nurul Salsa dan kini kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 pada 2026.

"Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan kecelakaan kapal masih terjadi hampir setiap tahun dengan dominasi kasus tenggelam dan kebakaran," tegasnya.

"Keselamatan adalah harga mati. Kementerian Perhubungan harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi, baik laut, darat, maupun udara. Investigasi tidak boleh berhenti pada penerbitan rekomendasi, tetapi harus dipastikan seluruh rekomendasi dijalankan secara konsisten," imbuhnya.

Edi mendesak agar apabila hasil investigasi kembali menemukan penyebab berupa kelalaian, kapal tidak laik laut, maupun human error, maka evaluasi harus menyasar seluruh pihak yang bertanggung jawab, baik regulator maupun operator transportasi.

"Pemerintah harus memperketat pengawasan dan memastikan seluruh aturan keselamatan dijalankan tanpa kompromi agar tragedi serupa tidak terus terulang," tandasnya.

 

KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Menhub Minta Penyebabnya Diusut Tuntas

Menhub Dudy Purwagandhi meninjau langsung proses evakuasi penumpang KM Mutiara Sentosa II terbakar di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, Minggu (2/8/2026) malam. (dok. Kemenhub)

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memastikan proses investigasi akan segera dilakukan untuk mengungkap penyebab kebakaran yang menimpa KMP Mutiara Sentosa 2. Musibah ini terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Minggu (2/8/2026) pagi.

Menhub Dudy yang turun langsung meninjau proses evakuasi penumpang dari Pelabuhan Kalianget, Sumenep, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas insiden tersebut. Ia memastikan seluruh penanganan korban berjalan optimal dengan dukungan penuh dari berbagai pihak.

"Proses investigasi akan segera dilakukan untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran kapal," ujar Menhub Dudy, dikutip dari ANTARA, Senin (3/8/2026).

Operasi penyelamatan dan evakuasi dipimpin langsung oleh Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Untuk memastikan penanganan berjalan efisien, Kemenhub terus berkoordinasi secara intensif dengan jajaran pemerintah daerah di Madura, Tim SAR, TNI, Polri, Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), hingga pihak operator kapal.

Menhub Dudy turut mengapresiasi respons cepat Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo beserta jajaran Forkopimda dan seluruh kepala daerah di kawasan Madura.

"Sinergi antardaerah seperti ini sangat penting dalam mempercepat penyelamatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," tegasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya