Timothy Astandu Raih Rekor MURI, Keliling 197 Negara dengan Paspor Indonesia

Pencapaian ini menjadi bukti bahwa paspor Indonesia tidak lemah

oleh Liputan6.comDiterbitkan 17 Juli 2026, 21:19 WIB
CEO Populix, Timothy Astandu, memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai "Insan Indonesia yang Mengunjungi Negara Berdaulat Terbanyak." (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - CEO Populix, Timothy Astandu, memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai "Insan Indonesia yang Mengunjungi Negara Berdaulat Terbanyak."

Ia menjadi orang pertama yang menggunakan paspor Indonesia untuk menuntaskan perjalanan ke seluruh 197 negara dan wilayah di dunia yang kedaulatannya diakui oleh PBB, dengan Brasil sebagai negara terakhir yang dikunjungi pada Mei lalu.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Jaya Suprana, pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia, pada Kamis, 16 Juli 2026, di Gedung Jaya Suprana Institute, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Timothy menerima penghargaan tersebut didampingi oleh istri dan ibundanya.

"Pencapaian saya menjadi bukti bahwa paspor Indonesia tidak lemah. Kalau tujuannya adalah ke negara-negara maju, memang benar pemegang paspor Indonesia lebih sulit. Tapi paspor Indonesia bisa digunakan untuk mengunjungi semua negara. Itu blessing in disguise. Tidak ada negara yang secara khusus memblokir Indonesia," ungkap Timothy Astandu.

Ia menyebut Gerakan Non-Blok sebagai salah satu alasan historis di balik hal tersebut. Karena Indonesia tidak pernah memihak pada blok mana pun secara politik, paspor Indonesia justru memiliki akses diplomatik ke hampir seluruh negara di dunia, termasuk wilayah yang tertutup bagi pemegang paspor negara lain, seperti Korea Utara, Afghanistan, Rusia, dan Suriah.

Dalam perjalanannya mengelilingi dunia, Timothy berbincang dan bertukar informasi dengan beragam orang dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi. Ia selalu menemukan perspektif berbeda di sela-sela obrolan sederhana yang kerap mengungkap realitas yang berbeda dari asumsi dan stereotip yang ada.

Hal itulah yang menginspirasinya mendirikan Populix, dengan harapan suara dan perspektif yang beragam dapat didengarkan secara akurat tanpa asumsi.

Nama Populix sendiri diambil dari bahasa Latin, "vox populi", yang secara harfiah berarti "suara rakyat" dan dapat diartikan sebagai opini atau pandangan yang dianut oleh sebagian besar masyarakat.

"Setelah ini, target capaian saya selanjutnya adalah menuntaskan perjalanan ke seluruh provinsi di Indonesia dan menjadi orang Indonesia pertama yang menaiki 200 merek maskapai penerbangan di dunia. Saat ini saya masih kurang mengunjungi enam provinsi di Indonesia, khususnya di Papua yang beberapa waktu lalu mengalami pemekaran. Selain itu, saya juga masih perlu menaiki sekitar delapan maskapai lagi. Harapannya, kedua capaian tersebut bisa saya tuntaskan pada akhir tahun nanti," pungkasnya.

 

 

 

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya