Dugaan Pelat Nomor Palsu Alphard Viral di Bundaran HI Diselidiki

Polda Metro Jaya menyelidiki dugaan penggunaan pelat nomor palsu pada Toyota Alphard yang viral di Bundaran HI.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 23 Juli 2026, 16:13 WIB
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya akan melayangkan surat panggilan kepada pengemudi Toyota Alphard dan petugas keamanan (satpam) yang terlibat cekcok di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. (Foto: Tangkapan Layar Sosmed)

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tengah menyelidiki dugaan penggunaan pelat nomor yang tidak sesuai peruntukannya pada sebuah Toyota Alphard. Kendaraan tersebut menjadi sorotan setelah pengemudinya terlibat cekcok dengan seorang petugas keamanan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

"Saya akan melakukan panggilan klarifikasi kepada pemilik Alphard. Kemudian panggilan klarifikasi kepada security yang terlibat cekcok dengan sopir Alphard. Setelah itu kita konfrontir di Subdit Gakkum," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).

Menurut dia, pemeriksaan dijadwalkan berlangsung pada Jumat dan Senin. Setelah seluruh keterangan dikumpulkan, kedua pihak akan dipertemukan untuk mencocokkan fakta.

Tak hanya mendalami cekcok yang viral di media sosial, penyidik juga akan mengusut dugaan penggunaan pelat nomor kendaraan yang disebut tidak sesuai dengan data registrasi.

“Semua terkait dengan peristiwa itu, baik peristiwanya, kendaraan yang digunakan, pasal-pasal yang akan kita sangkakan, dan lain-lain nanti saya kasih tahu,” ujarnya.

 

Janji Objektif

Ojo menegaskan penanganan perkara dilakukan secara objektif tanpa memihak salah satu pihak. Menurut dia, siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran akan dikenai sanksi sesuai ketentuan.

“Jangan sampai polisi terkesan berat sebelah. Pengemudi Alphard ketika ada pelanggaran pun harus mendapat sanksi. Kemudian yang security pun kalau memang ada pelanggaran, dia juga harus mendapat sanksi, minimal teguran,” ucap dia.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya