Liputan6.com, Sukabumi- Warga di kawasan Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi, digemparkan oleh ulah seorang pria lansia berinisial MH (72). Pria yang dikenal rajin beribadah tersebut diduga melakukan pencabulan terhadap 13 anak perempuan di lingkungan permukiman.
Ketua RW setempat, Hendra (52), mengaku prihatin dan tidak menyangka aksi tersebut dilakukan oleh sosok yang selama ini dinilai memiliki kepribadian baik dan taat beragama di mata tetangga.
Advertisement
"Sehari-harinya dia baik, suka berjamaah di masjid, suka ikut pengajian. Ke masjidnya bagus, ibadahnya bagus. Nggak tahu gimanalah ya, mungkin khilaf atau gimana," kata Hendra, saat mendampingi pelaporan korban di Polres Sukabumi Kota, Selasa malam (21/7/2026).
MH diketahui merupakan warga pendatang yang baru bermukim selama tiga tahun bersama anaknya. Aksi dugaan pencabulan tersebut disinyalir telah berlangsung sejak bulan Ramadan lalu dan menyasar anak-anak usia PAUD hingga jenjang SMP.
Dalam melancarkan aksinya di pelataran masjid maupun pelataran gardu, terduga pelaku meraba serta mencium korban. Dia juga membungkam anak-anak dengan ancaman dan iming-iming uang saku.
"Ada ketakutan karena diancam sama si bapak ini, 'tong bebeja' (jangan bilang-bilang). Sambil dijajani, diberi uang Rp 2.000 sampai Rp 5.000. Itu pengakuan dari anak-anak," jelas Hendra.
MH Diminta Tinggalkan Lingkungan
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari warga dan para orang tua korban. Menghindari dampak psikologis dan risiko trauma berkepanjangan pada anak-anak, warga secara tegas menolak keberadaan MH di lingkungan mereka.
"Dari lingkungan keinginannya si bapak ini jangan tinggal di kita lagi, karena saya khawatirkan trauma ke anak-anak. Penginnya warga saya menolak," tegasnya.
Saat ini, pengurus RT dan RW telah mendokumentasikan pengakuan para korban serta menyerahkan berkas data kependudukan ke pihak kepolisian untuk penanganan hukum lebih lanjut.
"Tadi saya sudah ke polisi, jangan ditanya lagi anaknya, kasihan. Takutnya ntar trauma. Tadi mah ada sedikit pengakuan (dari terduga pelaku)," ungkapnya.