Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait membantu Badan Gizi Nasional (BGN) membenahi tata kelola pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hal itu disampaikan Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari usai mengikuti rapat bersama Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/7/2026). Salah satu agenda rapat tersebut membahas penertiban sekaligus penguatan pelaksanaan program MBG.
Advertisement
"Poin paling penting sebenarnya pada rapat tadi adalah Pak Presiden menugaskan seluruh menteri terkait untuk membantu pimpinan BGN dalam melakukan pembenahan. Itu perintah beliau langsung," kata Agustina kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu malam.
Menurut Agustina, proses pembenahan program MBG akan dikoordinasikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dengan melibatkan Kementerian Keuangan hingga Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Beliau yang mendapat tugas untuk mengkoordinir proses pembenahan ini. Tapi intinya semua agar membantu program ini karena memang tahu bahwa ini tidak mudah. Poinnya sebenarnya seperti itu," ujarnya.
Evaluasi Pelaksanaan MBG
Selain itu, Agustina mengatakan Prabowo meminta sejumlah kebijakan terkait pelaksanaan MBG dikaji lebih mendalam. Beberapa di antaranya menyangkut pelaksanaan MBG di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta pemberian MBG bagi anak dari keluarga mampu.
"Pak Presiden meminta kami mengkaji lagi yang seperti itu. Kami diberi waktu kurang lebih satu bulan, silakan dikaji lagi. Kemudian misalnya ada usulan bagaimana kalau level (orang kaya) ini tidak diberikan lagi, diskusi tadi nih, kan namanya rapat ada diskusi, ada usulan, ada setuju, ada tidak setuju," tutur Agustina.
Ia mengatakan Presiden Prabowo menginginkan setiap kebijakan dikaji secara hati-hati agar menghasilkan keputusan yang tepat. Di sisi lain, Presiden juga meminta BGN menata Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG agar sesuai dengan standar dan kualitas yang telah ditetapkan.
"Jadi Pak Presiden tuh bener-bener ingin supaya pembenahannya pun tidak apa ya buru-buru gitu, bener-bener fair. Itu yang saya apa ya saya catat betul, karena buat kami ini kan satu hal yang baik," jelas dia.
"Mohon kami memang diberi waktu karena Pak Presiden juga tadi bener-bener menekankan kami tahu tidak mudah mengambil sebuah keputusan yang akan baik untuk sekian juta orang," sambung Agustina.