Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kebudayaan Fadli Zon menanggapi soal viralnya pembangunan gedung baru di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Pasalnya, beberapa area di Kompleks Istana Kepresidenan merupakan kawasan cagar budaya seperti Istana Merdeka dan Istana Negara.
Namun, Fadli Zon memastikan pembangunan gedung baru tersebut tidak mengubah maupun merusak cagar budaya. Menurut dia, bangunan baru di Istana Kepresidenan bukanlah bagian dari cagar budaya.
Advertisement
"Tidak ada masalah saya kira. Ya, kita kan ada bangunan-bangunan yang merupakan cagar budaya, itu ini kan bukan di bangunan cagar budaya. Jadi tidak ada masalah," kata Fadli Zon di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Dia menyampaikan pembangunan gedung itu menjadi masalah apabila merusak atau mengubah bangunan yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Namun, gedung baru itu dibangun di atas lahan kosong sehingga tak merusak cagar budaya.
"Yang ada masalah itu kalau dia sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, nah itu dibongkar, nah seperti yang terjadi di Gorontalo. Nah itu tidak boleh. Ya, itu ada aturannya," jelasnya.
"Karena dia di, di tanah yang juga kosong dan memang untuk keperluan ini kan bagian yang, bagian dari living heritage, tidak mengubah yang lain," sambung Fadli.
Aula Baru Istana Merdeka
Terkait adanya perubahan dalam bagian belakang Istana Merdeka, Fadli Zon memastikan hal itu tak masalah. Dia menyebut perubahan itu terjadi akibat konstruksi dan sudah melewati kajian.
"Ya enggak ada masalah. Pada dasarnya yang mendukung termasuk konstruksi tampilan aslinya itu semuanya itu sudah melalui satu kajian juga," ujar dia.
Dia menjelaskan bangunan baru itu akan dijadikan sebagai aula untuk acara pertemuan berskala besar, salah satunya sidang kabinet paripurna. Fadli mengatakan Istana kekurangan tempat untuk menampung banyak orang.
"Ya termasuk salah satunya mungkin serbaguna. Nanti kalau itu kan Setneg dan Setkab yang ngatur, tapi memang kita kekurangan. Untuk ruangan-ruangan lihat saja sangat sempit, kecil ya, dan memang kita harapkan harus ada tempat-tempat baru yang bisa digunakan," pungkas Fadli.