Liputan6.com, Jakarta - Status Gunung Anak Krakatau (GAK) saat ini berada pada Level III (Siaga) dan masih berpotensi mengalami erupsi. Masyarakat maupun kapal, terutama nelayan, dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung api yang berada di perairan Selat Sunda tersebut.
Berdasarkan alat perekam di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau, Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, aktivitas gempa tremor masih terus terekam.
Advertisement
"Potensi erupsi masih ada. Pelaporan akan tetap kita teruskan ke masyarakat, baik itu dari grup maupun dari portal dari vulkanologi ataupun badan geologi," ujar Petugas Pos Pengamatan GAK PVMBG, Deny Mardiono, Minggu (5/7/2026).
Meski demikian, kawasan wisata di sepanjang Anyer hingga Carita dipastikan masih dalam kondisi aman. Pasalnya, jarak Gunung Anak Krakatau dengan kawasan Anyer mencapai sekitar 42 kilometer, jauh di luar radius larangan beraktivitas.
Kepulan asap juga masih terlihat keluar dari puncak Gunung Anak Krakatau dengan ketinggian sekitar 5 hingga 10 meter. Sementara arah sebaran asap bergantung pada kondisi angin.
"Untuk Pantai Anyer, Cinangka, Carita dan sekitarnya itu kurang lebih jauhnya 42 kilo meter. Jadi, untuk material vulkaniknya pun tidak akan sampai ke Anyer dan Carita, hanya ditubuhnya anak Krakatau," jelasnya.
Waspada Hoaks
Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Warga diminta terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui saluran resmi pemerintah maupun PVMBG.
Pemerintah juga memastikan hingga saat ini destinasi wisata di kawasan Anyer hingga Carita tetap aman untuk dikunjungi. Apabila terjadi kondisi kedaruratan, informasi akan segera disampaikan kepada masyarakat.
"Walaupun Siaga III tetapi jangan khawatir, bagi para wisatawan silahkan berlibur ke kawasan pantai Anyer dan Cinangka, saya pastikan kondusif dan semoga kedepan tidak ada erupsi lagi," ucap Wakil Bupati Serang, Najib Hamas, Minggu (5/7/2026).