Liputan6.com, Jakarta - DPRD DKI Jakarta membuka peluang perubahan skema tarif Transjabodetabek dari sistem tarif flat menjadi berdasarkan jarak tempuh. Dalam sistem baru tersebut, penumpang tidak lagi membayar tarif yang sama untuk setiap perjalanan.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Fraksi PKS, M Taufik Zoelkifli (MTZ), mengatakan opsi tersebut menjadi salah satu pembahasan bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam mengkaji penyesuaian tarif. Pasalnya, rute Transjabodetabek memiliki karakteristik berbeda dengan layanan Transjakarta di dalam wilayah Jakarta.
Advertisement
“Ada pemikiran juga tentang ini, apakah nanti tarif Transjakarta akan flat seperti semula? Flat itu artinya jauh dekat sama 3.500 asal dia tidak keluar dari jalur gitu ya, atau disesuaikan dengan jarak sebagaimana halnya MRT ya atau LRT Jabodebek,” kata MTZ kepada Liputan6.com, Rabu (1/7/2026).
Menurut MTZ, rute Transjabodetabek yang punya karakteristik yang berbeda, membuat tarif sebesar Rp3.500 yang berlaku saat ini perlu dikaji kembali, khususnya untuk rute-rute dengan jarak tempuh yang panjang.
“Misalnya yang ke bandara tuh, bandara itu jauh kan itu ya. Kalau Damri saja sudah Rp 100 ribu atau berapa, masa Transjakarta cuma Rp 3.500. Nah, ini harus dinaikkan,” ujar MTZ.
Tak Bikin Penumpang Tinggalkan Bus
Meski begitu, MTZ menyatakan kenaikan tarif baru Transjabodetabek nantinya tidak boleh membuat masyarakat di wilayah penyangga meninggalkan transportasi umum dan kembali menggunakan kendaraan pribadi menuju Jakarta.
Sebab, kata dia, tujuan utama pengembangan layanan Transjabodetabek adalah mendorong masyarakat dari wilayah Bodetabek beralih ke transportasi massal, sehingga mengurangi kemacetan akibat keluar masuk kendaraan pribadi ke Jakarta setiap hari.
Kini, lanjut MTZ, selain besaran tarif, DPRD DKI juga tengah mengkaji sistem tarif yang paling tepat untuk diterapkan.
“Jadi ada banyak hal yang perlu diperbincangkan, perlu didiskusikan, perlu dikaji lagi antara DPRD dengan Pemprov DKI Jakarta, Gubernur gitu ya, sehingga memang waktunya jadi seperti alot gitu ya,” kata MTZ.