Depan Prabowo, Kapolri Paparkan Capaian Program Ketahanan Pangan

Kapolri memastikan Polri terus mendukung program swasembada pangan dan energi sesuai arahan Presiden Prabowo.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 01 Juli 2026, 12:40 WIB
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo saat HUT Bhayangkara ke-80 di Satlas Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026). (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

Liputan6.com, Jakarta - Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan, Polri berkomitmen mendukung percepatan program swasembada pangan dan energi yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini disampaikannya saat HUT Bhayangkara ke-80 di Satlas Brimob Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).

"Bapak Presiden telah memberikan instruksi guna mengakselerasi terwujudnya swasembada pangan dan energi. Polri berkomitmen untuk mendukung seluruh program dan kebijakan pemerintah demi terjaganya stabilitas nasional dan keberlanjutan pembangunan bangsa," kata Listyo.

Dalam mewujudkannya, Polri terus melaksanakan program pemanfaatan lahan produktif, pekarangan pangan bergizi, mengawasi proses distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, serta menjalin kerja sama dengan Bank Himbara untuk memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat bagi para petani.

"Bersama dengan Kementan RI, stakeholder terkait, dan 30.548 poktan (kelompok tani), kami terus mendorong penanaman komoditas jagung secara berkelanjutan pada potensi lahan seluas 1,37 juta hektar." jelas Listyo.

Sejak tahun 2025 hingga kuartal II 2026, kata dia, telah dilaksanakan panen raya dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton. Polri juga memfasilitasi 30 poktan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, NTB untuk mengembangkan komoditas bawang putih melalui penanaman pada lahan seluas 948 hektar dengan hasil panen mencapai 18.960 ton.

"Kami juga memperluas wilayah tanam di Kabupaten Karanganyar, Temanggung, Lampung Barat, dan Tanggamus dengan luas lahan mencapai 127,5 hektar," jelas Listyo.

 

 

 

 

Sejumlah Inovasi

Listyo juga menuturkan, Polri telah menghadirkan sejumlah inovasi seperti penerapan metode pertanian modern, penggunaan bibit unggul, pemanfaatan pupuk organik presisi berbahan enceng gondok, pengembangan mobile rotary dryer, pengolahan limbah tongkol jagung menjadi briket arang, serta pengembangan pupuk presisi berbasis batu bara yang dapat menaikkan pH tanah sekaligus merestorasi unsur hara, hingga pembangunan 29 gudang ketahanan pangan Polri.

"Kami percaya, dengan semangat kolaborasi dari seluruh lapisan masyarakat, Indonesia dapat mempertahankan kemandirian dan menjaga ketersediaan pangan nasional yang berkelanjutan," jelas dia.

Selain itu, masih kata Listyo, Polri juga terus mengembangkan sumber pangan atau rantai pasok pangan mandiri, seperti greenhouse, kolam ikan bioflok, budidaya sapi, kambing dan ayam, serta gudang sentral bahan pasok.

"Melalui langkah tersebut, Polri membangun ekosistem supply chain yang melibatkan 12.420 UMKM, termasuk kelompok petani, peternak, nelayan, dan koperasi sehingga dapat mendorong kesejahteraan pelaku usaha lokal," kata Listyo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya