Liputan6.com, Jakarta - Ratusan tenaga kesehatan dan warga masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar aksi duka dan doa bersama sekaligus membakar lilin di halaman depan kantor DPRD TTU, Kefamenanu, Rabu (1/7/2026).
Kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan terakhir dan ungkapan keprihatinan mendalam atas meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau yang akrab disapa dr. Icha.
Advertisement
Mereka datang membawa lilin, papan ucapan belasungkawa, serta spanduk bertuliskan dukungan untuk keluarga dan tuntutan keadilan. Suasana berlangsung khidmat, diiringi tangis haru dari rekan sejawat dan warga yang merasa kehilangan sosok dokter muda yang berdedikasi tinggi.
Koordinator kegiatan, yang juga salah satu perwakilan tenaga kesehatan, Robi Banase mengatakan aksi ini bukan untuk memprovokasi, melainkan bentuk ekspresi rasa kehilangan dan kepedulian.
“Kami berkumpul di sini untuk mendoakan almarhumah agar diterima di sisi Tuhan, sekaligus menyuarakan agar kasus ini diselidiki secara transparan dan tuntas,” ujar Robi.
Selain berdoa bersama, para tenaga kesehatan juga menyampaikan harapan agar keamanan dan perlindungan bagi seluruh tenaga kesehatan di daerah ini benar-benar dijamin. Mereka menegaskan bahwa profesi medis membutuhkan rasa aman saat menjalankan tugas kemanusiaan, tanpa harus merasa tertekan atau terancam.
Pantauan di lokasi, petugas keamanan dan kepolisian tampak hadir untuk mengawasi jalannya kegiatan agar tetap kondusif dan tertib. Para peserta diminta menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan hukum.
Tiga Anggota DPRD Diperiksa Polisi
Sebelumnya, dr. Icha meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026) di rumah orang tuanya di desa Bau mata, Kabupaten Kupang. Keluarga menuding kepergiannya terkait tekanan psikologis berat yang dialami setelah insiden dugaan intimidasi saat menangani pasien di RS Leona Kefamenanu pada pertengahan Juni lalu.
Saat ini, penyelidikan kasus masih berlangsung, dan tiga orang anggota DPRD TTU yang diduga terlibat telah dipanggil untuk diperiksa oleh penyidik Polres TTU. Masyarakat berharap proses hukum berjalan adil dan keadilan segera terwujud.