Gus Ipul: Sekolah Rakyat Harus Dimulai dengan Kejujuran

Menurutnya, seluruh tahapan program, mulai dari pendataan hingga pengelolaan, harus dijalankan secara terbuka tanpa praktik yang menyimpang.

oleh SupriatinDiterbitkan 29 Juni 2026, 08:45 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Open House Sekolah Rakyat di SRMA 7 Palembang, Minggu (28/6/2026). (Biro Humas Kemensos / Alpenta Mulia Sitompul)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa kejujuran menjadi kunci utama dalam proses penjangkauan calon siswa Sekolah Rakyat. Menurutnya, seluruh tahapan program, mulai dari pendataan hingga pengelolaan, harus dijalankan secara terbuka tanpa praktik yang menyimpang.

Pernyataan itu disampaikan Gus Ipul saat menghadiri Open House Sekolah Rakyat untuk orang tua dan calon siswa di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 7 Palembang, yang berlokasi di Sentra “Budi Perkasa” Palembang, Minggu (28/6/2026).

Dia menegaskan, Sekolah Rakyat tidak menggunakan sistem pendaftaran seperti sekolah pada umumnya, melainkan melalui mekanisme penjangkauan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Program ini harus dimulai dengan kejujuran dan keterbukaan. Tidak ada pendaftaran, yang ada adalah penjangkauan. Keluarga-keluarga yang memenuhi kriteria di dalam DTSEN dijangkau oleh petugas baru ditetapkan menjadi siswa Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.

Open House tersebut digelar untuk memberi kesempatan kepada orang tua, calon siswa, pemerintah daerah, dan masyarakat melihat langsung proses pembelajaran yang telah berjalan hampir satu tahun.

Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, serta jajaran Forkopimda dan pemangku kepentingan pendidikan di Sumatera Selatan.

Saat ini, terdapat lima Sekolah Rakyat rintisan di provinsi tersebut, termasuk SRMA 7 Palembang yang menampung 96 siswa dan 60 calon siswa baru untuk tahun ajaran berikutnya. Seluruhnya berasal dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan DTSEN.

Gus Ipul kembali menekankan bahwa nilai kejujuran juga harus diterapkan dalam pengelolaan program, termasuk untuk mencegah praktik penyimpangan.

“Tidak boleh ada korupsi, sogok-menyogok, ataupun tindakan yang tidak terpuji karena program ini diperuntukkan bagi mereka yang selama ini terpinggirkan,” tegasnya.

BPS Perkuat Akurasi Data

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menghadiri Open House Sekolah Rakyat di SRMA 7 Palembang, Minggu (28/6/2026). (Biro Humas Kemensos / Alpenta Mulia Sitompul)

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menilai Sekolah Rakyat menunjukkan bahwa data statistik memiliki dampak nyata bagi masyarakat, khususnya anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Dia juga menyebut program ini sekaligus menjadi evaluasi bagi BPS dalam memperkuat akurasi data sosial ekonomi nasional.

"Statistik ternyata bukan sekadar angka, tetapi statistik bisa memberikan makna yang luar biasa bagi anak-anak kita di Sekolah Rakyat. Statistik bisa memberikan dampak sehingga mereka memiliki mimpi-mimpi untuk masa depan mereka," ujar Amalia.

Kegiatan Open House berlangsung hangat dengan berbagai penampilan siswa, mulai dari tari tradisional, karate, hingga pidato empat bahasa. Gus Ipul bahkan sempat meminta siswa tampil spontan di atas panggung dan memberikan apresiasi atas perkembangan mereka.

Momen haru terjadi saat dialog dengan siswa dan orang tua, termasuk kisah seorang siswi yang bercita-cita menjadi dokter serta siswa lain yang baru pertama kali mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi.

Acara ditutup dengan penampilan lagu Indonesia Pusaka yang dinyanyikan bersama, menciptakan suasana hangat dan penuh haru di antara peserta.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya