Liputan6.com, Jakarta - Di minimarket kawasan Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat, Teguh Prayitno (24) berdiri sambil menunggu kasir menghitung belanjaannya. Beberapa botol minuman dan sebungkus rokok tergeletak di atas meja. Bunyi beep dari mesin kasir terdengar setiap kali barcode dipindai.
Teguh merogoh saku celananya dan mengambil telepon genggam. Layar ponsel langsung menyala. Dengan beberapa sentuhan jari, dia membuka aplikasi BRImo yang sudah terpasang di perangkatnya.
Advertisement
Tampilan beranda BRImo muncul. Teguh memilih menu QRIS, lalu kamera ponsel otomatis aktif. Dia mengangkat ponsel setinggi dada, mengarahkan QR BRImo ke arah kasir. Dalam hitungan detik, kode berhasil terbaca.
Tak lama kemudian, notifikasi bertuliskan "Transaksi Berhasil" muncul di layar ponsel Teguh. Hampir bersamaan, mesin kasir juga mengeluarkan suara notifikasi yang menandakan pembayaran telah diterima.
Sudah lebih dari satu tahun Teguh mengandalkan BRImo. Tepatnya sejak Juni 2025. Mulai saat itu, berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari dilakukan lewat ponsel.
Mulai dari transfer uang, tarik tunai tanpa kartu, membeli kuota internet, hingga pembayaran menggunakan QRIS. Semuanya cukup dilakukan melalui satu aplikasi.
Dalam sehari, Teguh memanfaatkan BRImo untuk bertransaksi satu hingga dua kali. Kebanyakan dilakukan saat membeli kebutuhan sehari-hari di minimarket.
"Fitur yang sering dipakai QR," ujarnya, Senin (25/5/2026).
Kebiasaannya menggunakan BRImo berawal dari lingkungan kerja. Dia mengenal aplikasi tersebut setelah melihat banyak rekan kerjanya menggunakannya untuk bertransaksi. Rasa penasaran membuatnya ikut mencoba.
Hidup Lebih Praktis
Kini, Teguh mengaku jauh lebih sering bertransaksi melalui BRImo dibandingkan datang ke ATM ataupun kantor cabang bank. Bahkan, karena hampir seluruh transaksi dilakukan secara digital, dia sampai lupa PIN kartu ATM miliknya.
"Karena pakai BRImo terus, jadi lupa PIN kartu," ucapnya.
Sejak menggunakan BRImo, Teguh merasakan perubahan yang cukup besar dalam kebiasaan bertransaksi. Hal yang paling dia rasakan adalah efisiensi waktu. Berbagai kebutuhan perbankan yang dulu mengharuskannya datang ke ATM, seperti transfer atau tarik tunai, kini bisa dilakukan lebih praktis melalui satu aplikasi di ponsel.
Kemudahan itu juga membuat aktivitas sehari-harinya menjadi lebih ringan. Saat bepergian, dia tak lagi khawatir apakah membawa uang tunai yang cukup di dalam dompet.
Hampir semua pembayaran bisa diselesaikan secara digital melalui BRImo, mulai dari berbelanja di minimarket hingga membeli kebutuhan lainnya. Baginya, transaksi kini terasa lebih cepat, sederhana, dan tanpa banyak persiapan.Kini, Teguh mengaku jauh lebih sering bertransaksi melalui BRImo dibandingkan datang ke ATM ataupun kantor cabang bank. Bahkan, karena hampir seluruh transaksi dilakukan secara digital, dia sampai lupa PIN kartu ATM miliknya.
"Karena pakai BRImo terus, jadi lupa PIN kartu," ucapnya.
Sejak menggunakan BRImo, Teguh merasakan perubahan yang cukup besar dalam kebiasaan bertransaksi. Hal yang paling dia rasakan adalah efisiensi waktu. Berbagai kebutuhan perbankan yang dulu mengharuskannya datang ke ATM, seperti transfer atau tarik tunai, kini bisa dilakukan lebih praktis melalui satu aplikasi di ponsel.
Kemudahan itu juga membuat aktivitas sehari-harinya menjadi lebih ringan. Saat bepergian, dia tak lagi khawatir apakah membawa uang tunai yang cukup di dalam dompet.
Hampir semua pembayaran bisa diselesaikan secara digital melalui BRImo, mulai dari berbelanja di minimarket hingga membeli kebutuhan lainnya. Baginya, transaksi kini terasa lebih cepat, sederhana, dan tanpa banyak persiapan.
Bayar Tagihan Sekolah Anak Lewat BRImo
BRImo tak hanya menjadi bagian dari keseharian Teguh, tapi juga Nany Andryani Permana (48). Aplikasi tersebut sudah digunakan sejak 2019. Berbagai kebutuhan, mulai dari membayar sekolah anak, membeli token listrik, membayar internet, hingga berbelanja kebutuhan usaha, kini dilakukan Nany melalui ponsel.
Awalnya, Nany menggunakan BRImo setelah kehilangan kartu ATM. Saat itu, dia sempat bingung karena harus tetap bertransaksi untuk kebutuhan sehari-hari. Solusinya datang dari sang anak yang mengenalkannya pada layanan mobile banking milik BRI tersebut.
"Waktu ATM hilang, diajarin sama anak. Katanya nggak usah pakai kartu ATM, nggak usah ke kantor BRI bikin kartu lagi. Dari BRImo juga bisa," ujarnya.
Sejak saat itu, Nany mulai terbiasa menggunakan BRImo. Apalagi setelah usaha bakso ikan yang dikelolanya mulai menerima pembayaran dari platform pesan antar makanan.
Dana hasil penjualan dari layanan seperti ShopeeFood dan GrabFood langsung masuk ke rekening yang terhubung dengan BRImo. Melalui aplikasi itu, dia bisa memantau seluruh transaksi usahanya tanpa perlu bolak-balik ke ATM.
"Sekarang malah nggak punya kartu ATM lagi. Semua lihatnya dari BRImo," katanya sambil tersenyum.
Kemudahan yang dirasakan Nany bukan hanya untuk mengelola usaha dan sekolah anak. Dia juga memanfaatkan BRImo untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga maupun usaha.
Saat membeli bahan baku di toko langganan, dia cukup melakukan pembayaran melalui QRIS BRImo. Begitu pula saat berbelanja di minimarket atau melakukan transaksi online.
Menurut Nany, penggunaan BRImo membuat dirinya tidak lagi bergantung pada uang tunai.
"Lebih mudah aja. Nggak usah bawa uang cash. Orang juga sekarang tinggal transfer atau QRIS," katanya.
Meski sebagian besar transaksi kini dilakukan secara digital, Nany mengaku tetap bisa mengambil uang tunai saat diperlukan. Dia cukup menggunakan fitur tarik tunai tanpa kartu yang tersedia di BRImo.
"Kalau lagi butuh uang cash, tinggal ambil lewat BRImo di ATM," ujarnya.
Bagi Nany, kehadiran BRImo membuat banyak urusan menjadi lebih praktis. Tak perlu lagi menyisihkan waktu khusus untuk datang ke ATM atau bank. Berbagai transaksi bisa diselesaikan kapan saja, bahkan saat dirinya tetap berjualan di warung.
"Pokoknya lebih praktis, lebih simpel. Sambil pegang HP juga beres," kata Nany.
Pantau Pengeluaran Lewat BRImo
Ria (34) juga menggunakan BRImo untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Aplikasi tersebut menjadi andalannya untuk berbagai transaksi, mulai dari membeli sarapan seperti nasi uduk, berbelanja di supermarket, hingga membeli tiket pesawat.
Ria juga memanfaatkan BRImo untuk mentransfer uang kepada keluarga dan membayar kebutuhan pendidikan anak. Berbagai transaksi yang sebelumnya mengharuskannya datang ke ATM kini bisa diselesaikan hanya melalui ponsel.
Menurut Ria, fitur yang paling sering digunakannya adalah transfer dan pembelian token listrik. Selain praktis, BRImo juga membantunya memantau kondisi keuangan. Melalui menu mutasi, dia dapat melihat riwayat transaksi sekaligus mengontrol pengeluaran dengan lebih mudah.
"Pokoknya sangat memudahkan. Hidup jadi anti ribet dengan aplikasi BRImo," ujar Ria.
BRImo Tembus 48,43 Juta Pengguna
Di era ketika transaksi digital semakin menjadi bagian dari keseharian masyarakat, BRI terus memperkuat layanan digitalnya melalui BRImo. Aplikasi ini dikembangkan sebagai super app yang menghadirkan berbagai layanan keuangan dalam satu platform sehingga nasabah dapat bertransaksi dengan lebih mudah, cepat, dan aman.
Melalui BRImo, pengguna dapat menikmati beragam fitur, mulai dari pembukaan rekening secara digital, transfer dana, pembayaran menggunakan QRIS, pembelian berbagai produk finansial, investasi, hingga beragam kebutuhan gaya hidup lainnya. Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian dari komitmen BRI dalam menghadirkan solusi keuangan yang semakin terintegrasi dengan aktivitas masyarakat.
Pengembangan BRImo juga merupakan salah satu langkah strategis BRI dalam mempercepat transformasi digital. Perseroan terus menyempurnakan aplikasi ini agar mampu memberikan pengalaman transaksi yang praktis sekaligus menjawab perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan layanan digital.
Upaya tersebut tercermin dari terus meningkatnya jumlah pengguna BRImo. Hingga April 2026, aplikasi ini telah digunakan oleh lebih dari 48,43 juta pengguna. Pada periode yang sama, nilai transaksi yang diproses melalui BRImo mencapai Rp2.749,17 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2,15 miliar kali.
Pencapaian tersebut menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital BRI sekaligus memperkuat peran BRImo sebagai salah satu kanal transaksi utama Perseroan.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan transformasi digital yang dilakukan perusahaan diarahkan untuk menghadirkan layanan yang mampu mengikuti kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Menurutnya, BRI akan terus mengembangkan BRImo agar mampu memberikan pengalaman bertransaksi yang semakin mulus (seamless), aman, dan sesuai dengan kebutuhan nasabah. Peningkatan transaksi digital, lanjut Dhanny, juga memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan dana murah Perseroan sehingga memperkuat struktur pendanaan yang lebih efisien dan berkelanjutan.
"Pertumbuhan transaksi digital yang terus meningkat juga memberikan kontribusi positif terhadap penguatan dana murah Perseroan sehingga mendorong struktur pendanaan yang semakin efisien dan berkelanjutan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi BRI untuk terus memperkuat inovasi layanan, memperluas inklusi keuangan, sekaligus memperkuat pertumbuhan bisnis Perseroan,” kata Dhanny.
Dengan inovasi yang terus dilakukan, BRImo kini berkembang bukan sekadar sebagai aplikasi transaksi, melainkan juga menjadi salah satu pintu masuk masyarakat untuk mengakses berbagai layanan keuangan digital. Ke depan, BRI berharap BRImo dapat terus memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kenyamanan bertransaksi, serta mendorong inklusi keuangan yang semakin merata di Indonesia.