Viral Siswi SD Dikeroyok 6 Pelajar Perempuan

Insiden itu bermula ketika korban dihubungi oleh salah seorang pelaku dan diajak bertemu di sebuah lokasi di Kecamatan Pallangga.

oleh FauzanDiterbitkan 25 Juni 2026, 14:58 WIB
Seorang siswi kelas VI Sekolah Dasar (SD) berinisial SNA (12) di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi korban perundungan hingga pengeroyokan (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Seorang siswi kelas VI Sekolah Dasar (SD) berinisial SNA (12) di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi korban perundungan hingga pengeroyokan oleh sejumlah pelajar perempuan. Kasus tersebut menjadi sorotan publik setelah rekaman video kejadian beredar luas dan viral di berbagai platform media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu bermula ketika korban dihubungi oleh salah seorang pelaku dan diajak bertemu di sebuah lokasi di Kecamatan Pallangga. Setibanya di lokasi, korban kemudian ditanyai terkait kedekatannya dengan seorang teman laki-laki.

Dalam video yang beredar, tampak seorang pelajar perempuan melayangkan pukulan dan tendangan ke arah korban. Keduanya juga terlihat saling jambak hingga terjatuh ke tanah. Sementara itu, beberapa orang yang berada di lokasi tidak berupaya melerai, melainkan merekam kejadian tersebut menggunakan telepon genggam.

Keluarga korban baru mengetahui peristiwa itu setelah video tersebut tersebar di media sosial. Satriani, salah seorang keluarga korban, mengaku menerima informasi dari kerabatnya yang melihat rekaman video tersebut di Instagram.

"Saya sedang di rumah dan memang tidak tinggal serumah dengan korban. Tante saya menghubungi dan mengirimkan video yang sudah viral di Instagram. Dari situ saya tahu korban dipukuli oleh teman-temannya setelah diajak bertemu," ujar Satriani dalam wawancara yang diterima Kamis (25/6/2026).

Setelah mengetahui kejadian tersebut, Satriani langsung mendatangi rumah korban yang selama ini tinggal bersama neneknya. Dari keterangan korban, diketahui bahwa ia diundang bertemu oleh salah satu pelaku sebelum akhirnya mengalami kekerasan.

"Korban mengaku dihubungi melalui pesan singkat dan diajak bertemu. Setibanya di lokasi, ia langsung dipukul oleh beberapa temannya," katanya.

Menurut pengakuan korban, terdapat enam orang yang terlibat dalam aksi tersebut. Namun, korban hanya mengenal satu orang di antaranya.

"Ada sekitar enam orang. Korban hanya mengenal salah satu pelaku, sementara yang lainnya tidak diketahui identitasnya," ungkap Satriani.

Ia menyebut peristiwa tersebut berawal dari persoalan asmara yang melibatkan seorang teman laki-laki. Korban dituduh memiliki hubungan khusus dengan laki-laki yang juga dikenal oleh para pelaku.

"Informasinya, peristiwa itu dipicu persoalan komunikasi korban dengan seorang laki-laki melalui pesan singkat. Korban ditanyai soal kedekatannya dengan anak laki-laki tersebut dan diduga dituduh sebagai orang ketiga, sehingga dia diajak bertemu," jelasnya.

 

Alami Luka

Seorang siswi kelas VI Sekolah Dasar (SD) berinisial SNA (12) di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi korban perundungan hingga pengeroyokan (Istimewa)

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya. Merasa keberatan dan tidak terima atas perlakuan tersebut, keluarga korban kemudian mendampingi korban untuk melaporkan kasus itu ke Polres Gowa.

Terpisah, Plt Kasat Reskrim Polres Gowa, Iptu Arman, membenarkan adanya laporan dugaan perundungan dan pengeroyokan yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.

"Korban sudah membuat laporan dan Unit PPA telah melakukan penanganan secara maksimal. Kami juga mendampingi korban untuk menjalani pemeriksaan medis di rumah sakit," ujar Arman.

Arman menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polsek Pallangga dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Polisi juga tengah mendalami peran masing-masing pihak yang terlibat.

Selain itu, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta mendalami kronologi kejadian guna mengungkap secara utuh peristiwa yang menyebabkan siswi SD tersebut menjadi korban perundungan dan pengeroyokan.

"Kasus ini masih kami selidiki. Dari video yang beredar terlihat bahwa pihak-pihak yang terlibat masih berstatus pelajar atau anak di bawah umur, sehingga penanganannya dilakukan sesuai prosedur yang berlaku," katanya.

Seorang siswi kelas VI Sekolah Dasar (SD) berinisial SNA (12) di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi korban perundungan hingga pengeroyokan (Istimewa)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya