Penjelasan Polisi Dituding Gerebek Sekretariat GMNI

Polres Metro Jakarta Selatan membantah melakukan penggerebekan terhadap Sekretariat GMNI setelah pembubaran aksi demo di Pancoran.

oleh Rifqy Alief AbiyyaDiterbitkan 16 Juni 2026, 23:08 WIB
Demonstran bakar ban di Pancoran

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Bagian Operasional Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Tribuana Roseno, menjelaskan alasan polisi masuk ke Kantor Sekretariat GMNI Jakarta Selatan setelah membubarkan aksi demo di Pancoran pada Jumat (12/6/2026).

"Enggak mungkin dong ya penggerebekan itu, di situ di pinggir jalan," kata dia, Selasa (16/6/2026).

Dia menjelaskan, awalnya anggota kepolisian berjaga di kawasan Semanggi untuk mengantisipasi massa aksi menuju Bundaran HI.

Pada saat yang sama, terjadi kemacetan cukup parah di kawasan Pancoran menuju arah Pasar Minggu.

Tak lama kemudian, polisi menerima informasi adanya aksi unjuk rasa mahasiswa yang menutup jalan di lokasi tersebut. Petugas pun bergegas menuju lokasi untuk melakukan pengecekan.

"Ternyata mereka di situ bakar-bakar ban apa segala macam, bunyi klakson masyarakat," ungkap Tribuana.

Petugas sempat memberikan imbauan kepada massa aksi agar tidak melakukan pembakaran ban. Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan. Tribuana mengatakan, petugas kemudian menyemprot ban yang terbakar menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

"Sudahlah mereka enggak terima, terus ada anggota kita yang didorong-dorong hampir jatuh," jelas dia.

Selain itu, masih kata Tribuana, pihaknya melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk antisipasi kemungkinan penyusup dalan kondisi tersebut. Mereka juga memeriksa Kantor Sekretariat GMNI Jakarta Selatan.

"Akhirnya karena mereka ada yang kami antisipasi takutnya ada penyusup apa segala macam, marilah ke sana, ke dalam, ya jadi pada kejar-kejaran lah seperti itu aja, habis itu sudah selesai," kata dia.

Namun, massa kembali melakukan aksi tak jauh dari lokasi awal saat petugas mulai meninggalkan lokasi. Tribuana mengatakan, massa aksi juga mengajak anak-anak untuk turut serta dalam unjuk rasa.

Selain itu, massa kembali melakukan aksi pembakaran ban yang menyebabkan arus lalu lintas terganggu. Polisi klantas membubarkan aksi tersebut hingga kondisi lalu lintas berangsur kembali normal.

Dia menegaskan, kepolisian pada dasarnya tidak melarang masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, pelaksanaan aksi tersebut tidak boleh mengganggu aktivitas warga lainnya.

Tribuana juga menyampaikan, aksi tersebut sebelumnya tidak diberitahukan kepada pihak kepolisian setempat.

"Kalau memang mereka selama tidak mengganggu arus lalu lintas, mengganggu masyarakat apa segala macam ya nggak ada masalah. Tapi dia menutup jalan, kemudian membakar ban tanpa pemberitahuan," jelas dia.

 

Penjelasan GMNI

Sementara, Sekretaris GMNI Jakarta Selatan, Ahmad Sahlul Mafakhir Kaffa (Gus Fakhier), menilai tindakan petugas kepolisian merupakan aksi penggerebekan yang tidak manusiawi.

Menurutnya, tindakan tersebut bisa memicu preseden buruk bagi hubungan masyarakat sipil dan aparat.

“Kami tidak menolak penegakan hukum. Namun penegakan hukum harus dilakukan dengan cara-cara yang beradab, menghormati prosedur, serta tidak mengintimidasi organisasi kemahasiswaan. Negara tidak boleh mempertontonkan wajah kekuasaan yang represif terhadap mahasiswa,” kata dia dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

Dia menegaskan, organisasi mahasiswa adalah wadah pengembangan intelektual dan perjuangan yang seharusnya dihormati. Sebab itu, setiap tindakan harus dilakukan secara profesional, proposional, dan mengedepankan hak-hak sipil.

Massa GMNI Gelar Demo

Untuk diketahui, aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, sempat membuat arus lalu lintas terganggu, Jumat (12/6/2026) malam.

Massa menggelar aksi di depan SPBU Pancoran arah Pasar Minggu. Dalam aksi tersebut, demonstran membakar ban di tengah jalan sambil mengibarkan bendera organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Video yang beredar memperlihatkan sejumlah mahasiswa berdiri di badan jalan. Salah seorang peserta aksi menyampaikan orasi, sedangkan peserta lain mengelilingi lokasi aksi.

Asap hitam dari ban yang terbakar terlihat membumbung tinggi. Akibat aksi tersebut, kendaraan yang melintas di kawasan Pancoran sempat mengalami perlambatan.

Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur membenarkan adanya aksi yang sempat mengganggu arus lalu lintas tersebut.

“Tadi sore ada sedikit, boleh dibilang insiden lah. Tapi sudah aman,” kata Mansur saat dikonfirmasi.

Menurut dia, kondisi lalu lintas di lokasi kini sudah kembali normal dan dapat dilalui kendaraan.

“Sudah bisa dilalui, sudah normal kembali,” ujarnya.

Mansur juga memastikan massa GMNI yang menggelar aksi sudah membubarkan diri.“Sudah,” ujar dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya